Api Merbabu Belum Padam

  • Whatsapp

kebakaran merbabuBOYOLALI, Jowonews.com – Hingga hari ketiga, kebakaran hutan di gunung Merbabu belum berhasil dipadamkan. Bahkan, kebakaran yang berada di Kecamatan Ampel, Boyolali itu telah menghanguskan ratusan meter pipa air bersih milik warga. Dampaknya, ribuan warga di sejumlah desa di lereng gunung itu terancam kekurangan air bersih. 

Tim gabungan dari berbagai instansi, masyarakat dan relawan Rabu (30/9), masih berjibaku menjinakkan si jago merah. Kebakaran untuk yang ketiga kalinya di gunung Merbabu di musim kemarau ini, diketahui muncul pada Minggu (27/9) sekitar pukul 22.00, diatas wilayah Dukuh Ngagrong, Kecamatan Ampel. 

Bacaan Lainnya

Komandan Rayon Militer (Danramil) Ampel, Kapten (Arm) Joko Priyanto, mengatakan kebakaran meluas ke arah utara. Yakni api kini masih cukup besar di atas Gua Kalong, wilayah Dukuh Candilaras, Desa Candisari, Kecamatan Ampel. “Api belum padam. Angin yang cukup kencang membuat kobaran api menjalar ke utara. Sedangkan areal yang terbakar kemarin sudah padam,” kata Joko Priyanto kepada wartawan. 

Saat ini upaya pemadaman terus dilakukan tim gabungan yang terdiri Basarnas, TNI, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), relawan dan masyarakat. Namun, mengingat kondisi cuaca dan angin yang cukup kencang, tim gabungan diminta untuk hati-hati dan waspada.

Mereka diminta memperioritaskan keselamatan masing-masing. “Angin tidak menentu, sehingga kobaran api juga tidak bisa diprediksi, jangan sampai terjebak api karena keselamatan yang utama,” tandas Joko. 

Upaya pemadaman terkendala sulitnya medan dan terbatasnya jumlah personil dan peralatan pemadaman. Selain itu, kata dia, tim juga kekurangan logistik. Terus merembetnya api, juga telah membakar pipa air bersih warga di beberapa desa.

Jaringan pipa paralon milik warga itu untuk mengambil air dari Tuk Sipendok yang dialirkan ke desanya.  Penasehat dan pengawas relawan Merbabu dan Rempala (Remaja Merbabu Pecinta Alam), Suripno, menjelaskan cukup banyak pipa air bersih warga yang terbakar, terutama di kawasan Pos III.

Sedikitnya terdapat lima jaringan pipa utama yang mengalirkan air untuk warga di Desa Jeruk, Kecamatan Selo serta Desa Ngagrong dan Ngargoloko di Kecamatan Ampel.

“Pipa yang ke Desa Jeruk, berdasarkan laporan tadi malam sekitar 200-an meter yang terbakar. Sedangkan yang ke beberapa desa di wilayah Ampel pipa yang terbakar ada sekitar satu kilometer,” terangnya. 

Terputusnya jaringan pipa akibat terbakar itu berakibat ribuan warga terancam mengalami krisis air bersih. Pasalnya, selama ini warga di beberapa desa itu hanya mengandalkan air dari Tuk di lereng Gunung Merbabu tersebut. 

Kasubag TU BTNGMb, Himawan, mengatakan saat ini masih memperioritaskan upaya pemadaman. Berkait penyebab kebakaran, dimungkinkan karena faktor manusia.

Pasalnya, faktor alam kecil sekali kemungkinannya terjadi di gunung Merbabu. “Namun kami tidak serta merta menjustifikasi warga yang bakar, sebelum ada yang tertangkap basah,” kata Himawan ditemui usai Rakor Penanganan Kebakaran Merbabu di Setda Boyolali. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *