Penderitaan Korban Pembunuhan Tiga Anak Wonowoso

  • Whatsapp

162998_ilustrasi-pembunuhan_663_382DEMAK, Jowonews.com– Kejadian ‘rajapati’ yang merenggut nyawa tiga anak warga Desa Wonowoso Kecamatan Karangtengah Demak pada 26 Juli lalu, tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, namun juga penderitaan karena diantaranya harus menanggung hutang untuk biaya pengobatan korban.

Safik Nur (8), Ahmad Zaki (12) dan Aksa (12) adalah tiga bocah sederhana dan lugu yang kala itu tengah melihat pertunjukan barong di rumah tetangganya nasibnya harus berakhir tragis. Mereka dibunuh secara kejam oleh Supriyadi (30) tetangga mereka sendiri tanpa tahu menahu sebab kesalahan mereka. Saat itu Azka meninggal di lokasi kejadian, dan dua temannya sempat dilarikan ke rumah sakit.

Bacaan Lainnya

Namun karena lukanya yang cukup parah, kedua korban inipun akhirnya tidak tertolong lagi. Bahkan Ahmad Zaki sempat dilarikan ke RS Kariadi Semarang untuk mendapatkan perawatan. Namun sudah dua kali dilakukan operasi hingga menelan dana sebesar Rp 50 juta lebih, lukanya tak kunjung membaik, hingga akhirnya meninggal menyusul teman-temannya.

Besarnya dana inilah yang membuat keluarga Zaki tidak mampu untuk membayarnya, mereka saat itu hanya sanggup membayar sejumlah Rp 12 juta saja. Sisanya mereka harus berhutang kepada pihak rumah sakit.

Untuk meringankan beban para keluarga korban inilah, kemarin Pemkab Demak memberikan santunan kepada tiga keluarga korban yang ditinggalkan. Diwakili oleh Sekda Dr Singgih Setyono, rombongan yang terdiri dari Kepala instansi terkait ini membagikan santunan berupa bantuan keuangan kepada orang tua masing-masing korban.

Menurut Singgih hal ini adalah salah satu bentuk kepedulian Pemkab akan penderitaan warganya. Meski jumlahnya berbeda, Singgih menginginkan agar hal tersebut tidak menjadi masalah di kemudian hari. Hal tersebut dikarenakan beban penderitaan terkait masalah keuangan akibat kejadian tersebut berbeda-beda.

“Jangan sampai bantuan ini nantinya malah menjadi masalah, karena sesama tetangga harus rukun dan saling menghormati,” jelasnya. (Jn01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *