Mahasiswa dari BEM UNS Tolak Tenaga Kerja Asing

  • Whatsapp
Aksi Mahasiswa di Gedung Berlian, kamis. (Foto : Jowonews)
Aksi Mahasiswa di Gedung Berlian, kamis. (Foto : Jowonews)
Aksi Mahasiswa di Gedung Berlian, kamis. (Foto : Jowonews)
Aksi Mahasiswa di Gedung Berlian, kamis. (Foto : Jowonews)

Solo, Jowonews.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan aksi damai di Bundaran Gladak Solo, Kamis, menolak tenaga kerja asing di Tanah Air.

Mahasiswa tersebut dalam aksi damainya dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila tersebut meminta agar Pemerintah Pusat menghentikan pasokan tenaga asing dan mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam negeri.

Bacaan Lainnya

Para pengunjuk rasa tersebut selain melakukan orasi juga menggelar sejumlah poster antara lain “Kembalikan Rupiah Kami Mejadi Empat Digit”, “Hentikan Suplai Tenaga Asing”, dan “Jalankan Pemerintah sesuai dengan Pancasila”.

Mahasiswa yang melakukan aksi damai tersebut sempat menjadi perhatihan para pengguna jalan yang melintas di Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Jenderal Sudirman Solo, dan juga mendapat menjagaan dari puluhan aparat keamanan Polresta Surakarta.

Menurut Wakil Presiden BEM UNS Surakarta Nordin Hidayatullah dalam orasinya bahwa dalam menyiapkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Pemerintah harus mepunyai sikap tegas, terutama terkait tenaga kerja asing.

Pemerintah menghentikan celah masuknya tenaga asing ke Indonesia. Pihaknya menuntut agar Pemerintah menghentikan import tenaga kerja asing dan optimalkan SDM dalam negeri.

Menurut Nordin Hidayatullah, pihaknya juga menuntut stabilitas ekonomi dengan menyelesaikan berbagai persoalan. Hal ini, antara lain nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini semakin tinggi. Oleh karena itu, Pemerintah diharapkan segera menurunkan nilai tukar rupiah kembali menjadi empat digit.

“Pancasila ideologi bangsa sudah menjadi hal yang pasti harus ditegakkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan,” katanya.

Menurut dia, idealnya Pancasila tercipta untuk mempersatukan bangsa dan tak tergoyahkan. Kesaktian Pancasila diartikan sebagai pemandangan serta nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila yang harapannya dapat ditransformasikan oleh komponen bangsa dalam kehidupan berkebangsaan dan berkenegaraan.

Selain itu, Nordin meminta Pemerintah lebih memperhatikan pasar tradisional dan kegiatan ekonomi di daerah. Dengan mengoptimalkan peranan pasar tradisional, diharapkan dapat menunjang ekonomi negara dan kebijakan Pemerintah lebih berpihak pada rakyat. (JN03/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *