Perum Taman Mutiara Tahan Fasum

  • Whatsapp
Walikota Salatiga Yuliyanto. (Foto : IST)
Walikota Salatiga Yuliyanto. (Foto : IST)
DPRD Salatiga
DPRD Salatiga

SALATIGA, Jowonews.com – Perwakilan warga Perumahan Taman Mutiara RW X, Salatiga mendatangi Walikota Salatiga Yuliyanto (1/10). Kedatangan warga ini terkait belum diserahkannya fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos)  dari pengembang ke pemerintah kota setempat.

Menanggapi hal ini, Walikota Salatiga Yuliyanto mengaku terkejut.  Menurutnya persoalan fasum/fasos yang sempat disoalkan warga setempat sejak tahun 2012 silam hingga ke DPRD Salatiga itu ternyata belum tuntas.

Bacaan Lainnya

“Kami  sangat menyayangkan. Karena apa yang menjadi hak warga terbengkalai termasuk bantuan-bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) yang harusnya diterima warga Perumahan Taman Mutiara RW X tak dapat tersalurkan lantaran fasum belum diserahkan kepada Pemkot Salatiga secara tuntas,” ujarnya.

Sebelumnya, perwakilan warga Perumahan Taman Mutiara RW X Kelurahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, Salatiga, dipimpin Ketua RW X Dian Harnanto mengungkapkan, PT Sarana Indo Proporindo belum menyerahkan fasum/ fasos kepada Pemkot Salatiga.

Kondisi ini berujung setiap pengajuan bantuan warga Perumahan Taman Mutiara ke Pemkot Salatiga tidak di setujui. “Desakan agar fasum diserahkan ke Pemkot, sebetulnya sudah suarakan warga sejak tahun 2012 silam,” katanya.

Saat itu bersamaan, lanjut Dian warga menyampaikan kepada Ketua DPRD Salatiga Teddy Sulistyo di gedung DPRD Salatiga. Bahkan Ketua DPRD meninjau ke perumahan Taman Mutiara. “Ketua dewan melihat dengan mata kepala sendiri jalan menuju perumahan rusak parah,” ungkap Dian Harnanto, kepada wartawan, Kamis (1/10).

Ternyata, penyerahan itu baru sebagian dari janji pihak pengembangan PT Sarana Indo Proporindo dari tujuh hektar lebih hanya sebagian saja. Sehingga, terkesan pengembang berupaya mengulur-ngulur waktu melakukan penyerahan fasum/ fasos.

Hal yang sama disampaikan warga Perumahan Taman Mutiara Suroso Ucok Kuncoro SH. Diungkapkan Ucok, bolding coperage (BC) yang harus terbangun 60 persen dari 74.615 meter persegi.

“60 persennya berarti kira-kira 44,769 meter persegi yang terbangun. Sehingga, yang untuk fasum/ fasos harusnya ada 40 persen dari 74.615 persegi yakni 29.846 meter persegi. Tidak ada penjelasan secara rinci untuk jalan berapa, untuk taman berapa, untuk fasum/fasos tidak ada,” terangnya.

Sehingga, lanjut Ucok, penyerahan fasum/ fasos tersebut menggantung sampai sekarang. Sementara, perwakilan pengembang PT Sarana Indo Proporindo Mario saat dikonfirmsi menyebutkan apa yang diinginkan warga Taman Perumahan Mutiara telah dilakukan sesuai prosedur.

Termasuk, penyerahan fasum dan fasos ke Pemkot Salatiga. Bahkan, Mario mengatakan, selama ini berkaitan persoalan perumahan berkoordinasi dengan warga termasuk dengan ketua RW X. Pihaknya meminta, jika ada yang mengganjal terkait persoalan di Perumahan Taman Mutiara, pihaknya bersedia untuk membuka diri untuk diskusi.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *