Redakan Ketegangan, Kapolres Undang Paslon

  • Whatsapp

pilkadailkadaUNGARAN, Jowonews.com– Massa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 yang sangat panjang akan berpotensi menimbukan kesekan antar pasangan calon (paslon) dan tim sukses (timses). Untuk menghindari gesekan itu, kapolres Semarang AKBP Latief Usman, Kamis (1/10) secara khusus mengundang dua paslon yang akan bertarung dalam pilkada Kabupaten Semarang.

Sehingga diharapkan kondisi Kabupaten Semarang tetap kondusif pada saat menjelang maupun setelah pelaksanaan pilkada 9 Desember mendatang. Tidak tanggung-tanggung, dalam acara yang digelar diRestoran Mang Engking itu, Kapolres juga mengundang timses kedua paslon.

Bacaan Lainnya

“Waktu empat bulan ini sangat panjang, saat ini kita sudah melewati bulan pertama dengan baik, keamanan dan ketertiban terkendali dengan baik. Situasi ini harus dipertahankan hingga penetapan bupati dan wakil bupati mendatang,”pinta Kapolres Semarang AKBP Latief Usman.

Pertemuan ini digagas oleh Kapolres Semarang dan Dandim 0714  Salatiga, Letkol Budi Rahmawan yang bertujuan untuk meredakan ketegangan selama sebulan terakhir ini. “Jangan sampai para pendukung lepas kendali hingga mengakibatkan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban,” kata Kapolres.

Ditambahkan Dandim 0714  Salatiga, Letkol Budi Rahmawan, seadainya keamanan dan ketertiban tidak terkendali, justru berakibat pada masyarakat. “Akibanya bukan pada polisi dan TNI melainkan rakyat yang rugi. Kasihan masyarakat yang terimbas karena gangguan keamanan,” ujarnya.

Selama pertemuan dua pasangan calon juga mengungkapkan keluh kesahnya, terkait adanya kerusakan alat peraga kampanye (APK) di beberapa titik. Selain itu lokasi pemasangan yang dianggap tidak strategis.

Menanggapi hal ini Kapolres langsung memerintahkan pada Kapolsek dan Babinkantibmas untuk ikut menjaga APK di wilayah masing-masing. “Pada Kapolsek jaga APK, jangan sampai rusak kalau ada yang rusak lapor KPU, kalau perlu ikut membetulkan,” perintah Kapolres dihadapan para tamu.

Anggota KPU, Aris Mufid menyatakan saat ini telah ada Surat Edaran KPU Pusat bahwa APK yang rusak akan diganti. Namun tidak lebih dari 10 persen yang saat ini telah terpasang. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *