Jalur Pendakian Ke Gunung Muria Ditutup

  • Whatsapp

Jalur Pendakian Ke Gunung Muria DitutupKUDUS, Jowonews.com  – Pasca kebakaran hutan di puncak Argo Piloso, Pegunungan Muria Padam, warga dan pemerintah Desa Japan, Kecamatan Dawe, melakukan sejumlah langkah darurat, untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tak terulang lagi. Di antaranya menutup jalur pendakian ke arah puncak Argo Piloso dan Argo Jembangan, dari arah objek wisata Air Tiga Rasa di Rejenu.

“Itu sudah menjadi kesepakatan pemerintah desa, warga sekitar dan juga elemen para relawan yang kemarin tergabung dalam upaya pemadaman. Penutupan sampai batas waktu yang belum ditentukan,,” kata Kepala Desa Japan, Sigit Tri Harso, Jumat (2/10).

Bacaan Lainnya

Disampaikan, pihaknya telah menempelkan pengumuman penutupan itu di berbagai tempat yang menuju jalur pedakian dua puncak tersebut. Antara lain, di tempat parkir dan di pinggir-pinggir jalan menuju objek wisata Air Tiga Rasa, di Rejenu. “Pintu masuk utama yang biasa digunakan pendaki untuk menuju puncak Argo Piloso dan Argo Jembangan adalah Rejenu,” ucapnya.

Ditambahkan, sampai saat ini warga masih tetap siaga, memntau perkembangan situasi di sekitar lokasi. “Kami yakin sudah padam, hanya berjaga-jaga, jika kembali muncul titik api agar bisa segera diketahui,” imbuhnya.

Masih menurut Sigit, dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran di hutan tersebut, tak akan pulih dalam waktu satu-dua tahun mendatang. Hanya, ia siap bergotongroyong bersama Perhutani untuk melakukan reboisasi.
“Butuh waktu lama untuk bisa mengembalikan kondisi hutan seperti semula,” katanya.

Sementara itu, Kepala Asper Kepala Bagian Kesatuan Pemangku Hutan Muria-Patiayam, Subianto, mengaku belum mengetahui adanya penutupan jalur pendakian tersebut. “Kami belum berpikir sampai sana, kalau sudah ada penutupan itu mungkin inisiatif warga sekitar,” ucapnya.

Disinggung mengenai langakah penanganan selanjutnya, menurut Subianto, akan dilaksanakan reboisasi saat musim penghujan nanti datang. “Kalau saat ini masih belum memungkinkan,” katanya.

Komandan Kodim 0722/Kudus, Letkol Ibnu Sukelan, mengatakan pihaknya masih menempatkan personel untuk memantau situasi di sekitar lokasi. “Kami bersama Perhutani dan elemen masyarakat lain masih berjaga,” kata dia. (JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *