Stok Pangan di Solo Masih Aman

  • Whatsapp
Beras Miskin. (Foto : VIVA)
Beras
Beras Miskin. (Foto : VIVA)
Beras

Solo, Jowonews.com – Stok pangan di Perum Bulog Sub-Divisi Regional III Surakarta hingga awal Oktober 2015 mencapai 32.000 ton setara beras sehingga masih relatif aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama enam bulan ke depan.

“Kami melakukan terus pengadaan pangan hingga akhir Desember mendatang. Realisasinya hingga awal bulan ini mencapai 60 ribu ton setara beras,” kata Kepala Perum Bulog Sub-Divre III Surakarta Yudi Prakasa Yudha di Solo, Jumat (2/10).

Pihaknya hingga saat ini mengoptimalkan penyerapan hasil panen para petani di wilayah Surakarta untuk dapat memenuhi target pengadaan 2015 yang sekitar 100.000 ton. ihaknya optimistis mampu memenuhi target pengadaan hingga akhir Desember mendatang, baik untuk beras kualitas medium maupun premium.

Dia mengatakan pemerintah melalui Surat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI telah memberikan kuota tambahan beras untuk warga miskin (raskin) ke-13 dan ke-14 untuk Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM).

“Hal itu, sesuai Surat Menko PMK nomor B-84/Menko/pmk/IX/ 2015, tertanggal 18 September, tentang Tambahan Pagu Raskin ke-13 dan ke-14, kemudian dilanjutkan Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,” katanya.

Pemerintah mendistribusikan raskin tambahan tersebut pada Oktober 2015 dan bulan selanjutnya tergantung permintaan dari pemerintah kabupaten/kota setempat. “Kami siap melayani permintaan pendistribusian beras bersubsidi itu kepada masyarakat yang berhak menerima,” katanya.

Pendistribusian raskin di daerah eks-Keresidenan Surakarta setiap bulan mencapai 6.667 ton untuk 444.533 RTS.

Dia menjelaskan raskin ke-13 disalurkan awal Oktober, sedangkan untuk reguler atau tahap ke-10 pada pertengahan atau akhir bulan, tergantung permintaan pemerintah daerah masing-masing. “Kami melayani tujuh kabupaten/kota di wilayah ini, yakni Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Kota Solo. Masyarakat bulan ini akan menerima dua kali jatah raskin,” katanya.

Menyinggung soal jatah tambahan raskin ke-13 dan ke-14, Yudi Prakasa mengatakan untuk membantu meringankan bebas masyarakat ketika harga beras di pasar tinggi.

Ia mengharapkan penambahan jatah raskin mampu menekan harga beras di pasar. Masyarakat tidak perlu membeli beras di pasar karena sudah mendapatkan bantuan pemerintah. “Raskin tahan ke-13 ini juga untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana kekeringan seperti saat ini. Contohnya, wilayah Boyolali sudah mengajukan penyaluran raskin ke-13 untuk didistribusikan pada awal bulan ini,” katanya. (JN03/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *