Sebanyak 751 Anak TK di Kudus Doakan Korban Tragedi Mina

  • Whatsapp

kudusKudus, Jowonews.com – Sedikitnya 751 siswa dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Kudus, Sabtu (3/10) menggelar doa bersama untuk jemaah haji yang wafat maupun terluka akibat musibah di Mina, Makkah.

Doa bersama tersebut, dipimpin oleh Ketua Yayasan Al Fath yang menaungi TKIT Umar Bin Khathab Syuaibul Huda di Alun-alun Kudus yang bertepatan dengan latihan manasik haji yang diikuti 751 siswa dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) yang berasal dari sembilan lembaga pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kudus.

Bacaan Lainnya

Ketua Yayasan Al Fath yang menaungi TKIT Umar Bin Khathab Syuaibul Huda berdoa, semoga jemaah haji yang meninggal dicatat oleh Allah SWT sebagai golongan orang yang mati sahid dan mendapatkan pahala yang besar, sedangkan keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan.

Bagi jemaah haji yang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan, ikut didoakan semoga lekas sembuh.    Sementara itu, para siswa yang dipandu oleh guru pembimbingnya masing-masing turut berdoa, meskipun sebagian siswa terlihat masih bercanda dengan teman sebayanya.

Kepala TKIT Umar Bin Khathab Arie Widiana Ristiani menjelaskan, bahwa pelatihan manasik haji hari ini (3/10) diikuti 10 lembaga pendidikan.

Di antaranya, Kelompok Bermain IT Umar Bin Khathab, TK IT Umar Bin Khathab, PAUD IT Utsman Bin Affan, PAUD IT Mutiara Bunda, PAUD TPA Hanifa, KB Syamsa Auladina, PAUD TPQ Rohmatul Ummah, PAUD IT Bintang Belia, TKIT AL Kautsar, PAUD Uswatul Mardliyah. 

Adapun tujuan kegiatan tersebut, kata dia, untuk mengenalkan ibadah haji dan prosesnya kepada anak didik sejak dini.”Meskipun tidak sama persis, diharapkan anak-anak akan terbiasa dan memiliki keinginan menjalankan ibadah haji kelak ketika dewasa nantinya,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga ingin menanamkan kepada anak bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang mudah dan menyenangkan.

Di dalam pelatihan manasik haji tersebut, ratusan anak taman kanak-kanak tersebut, terlihat antusias mengikuti tata cara menjalankan ibadah haji meskipun berlangsung di tengah lapangan dan cuaca agak panas menyengat.   Keceriaan anak terlihat ketika praktik berlari-lari kecil antara bukit safa dan marwah serta mencukur rambut layaknya haji sebenarnya.

Dalam praktik ibadah haji tersebut, para peserta mengenakan pakaian ihram dengan mendapatkan bimbingan dari guru sekolah masing-masing guna memudahkan anak mengikuti seluruh kegiatan yang tertera dalam rukun haji.      Latihan ibadah haji tersebut diawali dari padang arafah untuk melaksanakan wukuf.

Selanjutnya, para murid diajak untuk melempar jumrah, tawaf mengelilingi kakbah, sai atau berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah serta mencukur rambut layaknya haji sebenarnya. (JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *