100 Wisatawan Terjebak di Karimunjawa

  • Whatsapp

karimunjawaJEPARA, Jowonews.com – Dalam sepekan terakhir ini, penyebrangan dari Jepara menuju Kepulauan Karimunjawa tidak bisa dilayani. Hal ini lantaran, kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Tinggi gelombang yang bisa mencapai 3,5 meter dan kecepatan angin maksimal 20 knot, membuat syahbandar Jepara tidak memberikan izin berlayar bagi armada penyebrangan.

Kepala Bidang Perhubungan Laut pada Dinas Perhubungan, Komunkasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Jepara Sutana menyatakan, terhitung sejak Selasa (29/9) pekan lalu, sampai Senin (5/10) tidak ada pelayaran ke Karimunjawa. “Terakhir KMP Siginjai dan KMC Ekpress Bahari melakukan pelayaran pada Senin pecan lalu dan sampai hari inibelum ada lagi pelayaran dari dan ke Karimunjawa,” ujar Sutana, Senin (5/10).

Bacaan Lainnya

Sutana menambahkan, dengan tidak adanya pelayaran itu, maka saat ini setidaknya ada sekitar 100 wisatawan yang masih berada di Karimunjawa menunggu pelayaran kembali dibuka. “Jumlah pastinya tidak tahu, hanya saja informasinya sekitar 100 wisatawan masih disana. Mereka yang berangkat pada senin sebelum gelombang tinggi,” imbuhnya.

Akan tetapi, lanjut Sutana, masyarakat tidak perlu khawatir, sebab, selasa (6/10) ini diperkirakan pelayaran sudah bisa kembali dibuka karena gelombang sudah berangsur-angsur turun. “Informasi mingguan dari BMKG menyatakan jika pada selasa, cuaca sudah mulai membaik, sehingga dimungkinkan pelayaran bisa dilakukan. Tinggi gelombang dipekrirakan maksimal 2,5 meter,” jelas Sutana.

Sementara terkait informasi banyak wisatawan yang nekad berlayar menggunakan kapal kayu milik nelayan, Sutana menyatakan tidak tahu menahu perihal itu. Dirinya hanya meminta kepada masyarakat maupun wisatawan agar lebih berhati-hati dengan kondisi gelombang. Pasalnya, pelarangan berlayar ini semata-mata murni demi keselamatan penumpang. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *