Sudah 270 ha Hutan Merbabu Ludes Terbakar

  • Whatsapp

BOYOLALI, Jowonews.com – Kebakaran hutan Gunung Merbabu semakin tak terkendali. Kebakaran yang terjadi sejak Minggu (27/9) lalu, telah menghanguskan sekitar 270 hektar. Bahkan, kini juga sudah merembet ke wilayah Kabupaten Semarang.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, mengatakan kebakaran hutan di kawasan Gunung Merbabu di wilayah Kecamatan Ampel, Boyolali hingga kini belum berhasil dipadamkan. “Api belum berhasil dipadamkan,” kata Kurniawan Fajar Prasetyo Senin (5/10). 

Bacaan Lainnya

Titik api yang semula diketahui di kawasan hutan diatas Desa Ngagrong, Kecamatan Ampel itu terus merembet ke utara. Kebakaran telah menghanguskan vegetasi hutan diatas wilayah Desa Sampetan, Ngadirojo dan Ngargoloko, Kecamatan Ampel.

Selain kebakaran kawasan hutan di wilayah Kecamatan Ampel, Boyolali, saat ini diketahui juga terdeteksi titik api di kawasan hutan di wilayah Wekas di Kabupaten Magelang dan wilayah Tekelan di Kabupaten Semarang. “Api sudah merembet di wilayah Wekas dan Tekelan,” jelas Kurniawan yang juga Komandan SAR BPBD Boyolali ini. 

Menurut dia, luas hutan yang terbakar hingga kemarin telah mencapai sekitar 270 hektar. Selain itu, api sudah merambah ke kawasan hutang lindung dan lahan pertanian warga. Pasalnya, api juga merembet ke bawah. Medan yang berat hingga kurangnya logistik membuat upaya pemadaman menjadi semakin berat. 

“Tapi kalau sudah sampai ladang, api akan segera mati karena tak ada material yang bisa terbakar. Sehingga kerusakan di ladang warga tidak terlalu banyak,” tambah Ketua Remaja Pecinta Alam (Rempala) Merbabu, Joko Yuwono, kepada wartawan. 

Dari pantauan, kepulan asap tebal masih terlihat di lereng gunung Merbabu di wilayah Kecamatan Ampel. Kepulan asap terlihat dari sejumlah titik. 

Joko Yuwono mengemukakan, jaringan pipa air bersih warga yang mengambil ari dari Tuk Sipendok, semakin panjang yang rusak akibat terbakar.

Dampaknya, ribuan warga di beberapa desa terancam mengalami krisis air bersih. Pipa yang terbakar mencapai sepanjang sekitar 1,5 km. Untungnya, masih ada satu jaringan pipa yang masih bertahan dari panasnya api karena terbuat dari besi. Namun pasokan air bersih itu kini berkurang. 

Sementara itu personil gabungan dan relawan kini masih berupaya menjinakkan si jago merah. Namun agaknya mereka juga mulai kelelahan setelah sepekan penuh berjibaku dengan api. Menurut Joko, kini pemadaman dilakukan dengan sistem rotasi. Setiap pagi sejak sebanyak 60-an petugas gabungan naik ke lokasi kebakaran dan baru turun pada petang hari. 

Kabid Kedaruratan BPBD Boyolali, Purwanto, mengatakan akan menyiapkan kebutuhan logistik yang diperlukan untuk mendukung upaya pemadaman. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *