Tembakau Temanggung Tembus Rp 250 ribu per kg

  • Whatsapp

TEMANGGUNG, Jowonews.com– Harga tembakau rajangan kering menjelang akhir masa panen tembakau di tingkat petani Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menembus Rp250.000 per kilogram.

Petani warga Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Setyo, di Temanggung, Senin, mengatakan pada akhir masa panen, kualitas tembakau yang diidamkan petani mulai muncul, yakni grade F dan G.

Ia menjelaskan tembakau grade F dan G memiliki kandungan nikotin dan tar relatif sangat tinggi ditandai warna hitam kemerahan serta kekuningan dengan aroma harum.

Ia mengatakan harga tembakau grade F tingkat petani di wilayah Kledung, antara Gunung Sumbing dan Sindoro, rata-rata mencapai Rp130.000 per kilogram dan grade G mencapai kisaran Rp250.000 per kilogram.

Ia menuturkan harga tembakau bervariasi bahkan harga antarpetani bisa berbeda disesuaikan tawar menawar antara petani dengan pedagang, sedangkan harga jual tembakau dari pedagang ke perwakilan pabrik rokok tentu di atas harga di tingkat petani.

“Harga tembakau di pabrikan lebih tinggi. Pedagang tentu tidak ingin rugi. Mereka tahu perkiraan harga di pabrikan sehingga membeli tembakau lebih rendah di petani,” katanya.

Menurut dia, harga tembakau dibanding tahun lalu relatif sama. Hanya saja untuk produktivitas turun sekitar 20 persen dibandingkan dengan tahun lalu, karena masa tanam mundur sehingga saat masa pertumbuhan tanaman kekurangan air.

Ia mengatakan daun tembakau di ladang saat ini masih berkisar 20 persen dan akan habis dalam beberapa hari ke depan. Tembakau tersebut merupakan tembakau kualitas terbaik, yang bisa mencapai grade G plus atau H dengan harga di atas harga saat ini.

Kades Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Subakir, mengatakan petani di wilayahnya masih menunggu keluarnya tembakau kualitas terbaik, yakni tembakau srintil. Tembakau itu akan muncul pada pemetikan terakhir sekitar dua minggu ke depan.

Ia mengatakan saat ini di daerahnya baru muncul tembakau grade F dengan harga sekitar Rp200.000 per kilogram di tingkat petani.(Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *