Warga Antisipasi Rembetan Api Merbabu

  • Whatsapp

kebakaran merbabuGETASAN, Jowonews.com– Kebakaran hutan di lereng Gunung Merbabu yang awalnya hanya di wilayah Boyolali, dalam beberapa hari ini sudah merembet ke wilayah Getasan, Kabupaten Semarang. Titik-titik api muncul diantaranya di Dusun Tekelen, Soko Wolu dan Gedong.

Koordinator SAR Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Agus Surolawe kepada wartawan mengatakan, api yang sebelumnya membakar hutan Merbabu yang masuk wilayah Boyolali, sejak Minggu (4/10) siang,  sudah merembet hingga ke wilayah Kabupaten Semarang. Selain beberapa dusun, api juga tampak di Desa Tajuk dan Batur, Kecamatan Getasan.

Bacaan Lainnya

Dari pengamatan Agus, sedikitnya ada 12 titik api di hutan lereng Gunung Merbabu itu. Guna mengantisipasi agar api tidak merembet ke perkampungan, sejak Minggu (4/10) dan Senin (5/10), puluhan  warga naik ke titik api guna melakukan pemadaman bersam-sama.

Karena jauh dari air, warga menggunakan alat tradisional untuk membatasi rembetan api supaya tidak meluas dan mendekati permukiman warga. Mereka menggunakan kayu untuk memadamkan api tersebut.

“Warga yang tinggal di permukiman tertinggi di Merbabu bergerak naik bersama-sama memadamkan api yang muncul di 12 titik. Selain itu juga dibantu warga di perbatasan Boyolali. Sampai Senin (5/10) sore ini ( kemarin) api belum bisa dipadamkan,” kata Agus.

Menurut dia, warga menggunakan peralatan seadanya untuk memadamkan api tersebut. Agus menambahkan, warga dan relawan selalu waspada dan melakukan patrol di hutan Merbabu untuk mengantisipasi titik-titik api. Karena bila tidak terdeteksi, api tiba-tiba bisa membesar, sehingga pihaknya terus memantau situasi di lereng Merbabu di wilayah Kabupaten Semarang.

“Semoga api segera bisa dipadamkan, kami terus melakukan pemantauan. Mudah-mudahan juga segera turun hujan, karena sangat membantu memadamkan api,”imbuhnya.

Sementara, kebakaran di lereng Merbabu wilayah Getasan itu, terkadang bisa di lihat dari wilayah Salatiga. Hanya saja, melihatnya bila pagi-pagi di saat cuaca cerah dan belum terhalang awan. Kepulan asap bisa dilihat dari daerah Ngronggo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga.

“Saat yang terbakar di bagian lereng timur, kepulan asap terlihat dari sini ( Ngronggo), namun hanya gumpalan asap tebal saja membumbung tinggi,” kata Watik (39) warga Argomulyo, Salatiga. Ia berharap, kebakaran hutan di Merbabu segera padam, karena jika berlanjut bisa merusak ekosistem. “ Mudah-mudahan segera turun hujan, sehingga cepat padam,” katanya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *