Belum Semua Warga Miskin Terdaftar Program Keluarga Harapan

  • Whatsapp

Belum Semua Warga Miskin Terdaftar Program Keluarga HarapanKENDAL, Jowonews.com – Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Kendal ternyata belum bisa mengover semua warga miskin yang ada di Kendal. Hal ini dikeranakan komponen atau indicator tersebut berbeda dengan program lainnya yang juga menangani keluarga miskin.

Kasi Kerjasama Non Pemerintah Kemensos RI, Agustinus Sunarman, dalam kegiatan Rakor PKH Tingkat Kabupaten kemarin mengatakan jika komponnen PKH meliputi meliputi keluarga miskin yang sedang dalam kondisi hamil ataupun memiliki anak usia sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Bantuan yang diberikan dalam PKH meliputi bantuan uang tunai, kesehatan dan wajib belajar 12 tahun.  ” Komponen dan indikator yang ada membuat tidak semua keluarga miskin masuk dalam PKH,” katanya, Rabu (7/10).

Bacaan Lainnya

Menurut dirinya, tidak tercovernya warga miskin juga disebabkan oleh kemungkinan adanya kesalahan data berupa inclusion error maupun exclusion error yang membuat ada keluarga miskin yang tidak sesuai harus dicoret dan diganti dengan memenuhi komponen syarat penerimaan PKH. ” Inclusion error adalah keluarga tidak miskin namun terdatta sebagai peserta PKH, sedangkan Exlucsion error merupakan keluarga miskin yang tidak terdata sebagai peserta PKH,” jelasnya.

Menurut dirinya, data penerima PKH didapatkan dari pendataan program perlindungan sosial (PPLS) tahun 2011 melalui pusat data informasi dari Kemensos RI. ” Verifikasi dan validasi berasal dari PPLS, namun melalui pendampingan PKH data bisa diubah sewaktu-waktu,” tambahnya.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Kendal, Heri Wasito menerangkan jika data kemiskinan yang ada di Kendal bisaberubah-ubah sewaktu-waktu sesuai dengan perubahan kesejahteraan masyarakat. Contohnya saja jaman dulu tidak semua punya televisi, motor dan handphone. Namun akhir-akhir ini barang-barang tersebut hampir semua dimiliki oleh warga yang tergolong miskin. ” Tolak ukur bisa berubah, jaman dulu dan sekarang beda. Bisa diartikan jika tingkat kesejahteraan seseorang pengalami perubahan dari tahun ke tahun,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Kelembagaan Usaha Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Kendal, Agustinus Teguh Imanto menjelaskan jika saat ini sudah ada dua PKH yang bisa mendrikan usaha koperasi yakni PKH Boja dan PKH Selokaton yang bisa mensejahteraan para anggotanya. ” Ini merupakan perkembangan yang sangat bagus, koperasi PKH di Kendal pun dinyatakan hanya ada di Indonesia,” tuturnya.

Usaha koperasi PKH tersebut bergerak dibidang usaha sektor riil sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Tahap ketiga ini, terdapat 16.752 keluarga penerima PKH yang cukup besar dan disarankan untuk mengembangkan koperasi ,”  Dibandingkan simpan pinjam, usaha sektor riil bisa dibilang lebih bermanfaat bagi para anggota ataupun masyarakat yang ikut dalam PKH,” tambahnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *