Kecewa Sekolah Rusak, Bupati Kudus Kumpulkan UPT

  • Whatsapp

atap-sekolah-rusakKudus, Jowonews.com – Bupati Kudus Musthofa kecewa berat dengan adanya atap sekolah yang ambruk di SD 3 Jepang Pakis.  Karena atap kelas yang roboh menandakan masih lemahnya verifikasi yang dilakukan Dinas Pendidikan,  Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)  Kudus.  Bupati pun langsung meninjau lokasi SD yang bagian atapnya ambruk tersebut.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, Kabupaten Kudus tidak pantas ada sekolah yang rusak hingga bagian atapnya roboh.  Padahal anggaran yang disiapkan sudah ada,  mulai dari dana alokasi khusus (DAK),  Bantuan Gubernur hingga APBD Kudus.  “Ini mencerminkan anggaran tidak tepat sasaran,  padahal kami sudah terus mengingatkan agar setiap kegiatan harus tepat sasaran,  administrasi,  waktu dan manfaat, ” katanyaRabu (7/10).

Bacaan Lainnya

Atas kejadian tersebut,  pihaknya akan mengumpulkan semua camat dan unit pelaksana teknis (UPT)  Pendidikan untjk membahas kondisi sekolah.  Semua sekolah yang dirasa rusak berat harus segera dilakukan penanganan.  Jangan sampai menunggu ambrol baru dilakukan perbaikan.

Apalagi akibat atap yang ambrol,  akhirnga siswa harus belajar di mushala SD tersebut.  Dia akan mengecek langsung verifikasi kembali mana saja sekolah yang menjadi priorita untuk diperbaiki.  “Ini sekolah di Kudus, bukan di daerah pedalaman,” terangnya.

Dia menambahkan,  untuk SD 3 Jepang Pakis tahun ini bisa langsung dilakukan perbaikan.  Karena sudah dianggarkan sebagai penerima DAK 2015. untuk itu,  dia menginstruksikan agar langsung dilakukan perbaikan karena anggaran sudah bisa dijalankan.

Seperti diketahui sebelumnya, bagian atas SDN 3 Jepang Pakis, Kecamatan Jati ambrol akibat lapuk dimakan usia. Ambrolnya gedung tak mengakibatkan korban jiwa, karena terjadi saat jam belajar mengajar belum dimulai.

Ambrolnya bagian atap gedung terjadi malam hari Senin (5/10). Bagian atap yang ambruk memang kondisinya sudah lapuk, bahkan sebelumnya sudah ada tanda-tanda jika akan ambrol. Selain kelas III yang ambrol, kondisi ruangan lain juga hampir sama.

Untuk antisipasi kejadian yang sama, bagian atap atau plafon ruangan yang diperkirakan lapuk dijebol. Pihaknya mempertimbangkan jika nantinya jebol kembali,lebih baik dijebol terlebih dahulu agar tidak menimpa siswa. Sementara ini, siswa belajar di mushala yang ada di sekolah tersebut. (JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *