Ratusan Ribu Pohon Cengkeh Mati

  • Whatsapp

cenkehKENDAL, Jowonews.com – Ratusan ribu pohon cengkeh dilahan perkebunan yang ada di Desa Tamanrejo Kecamatan Sukorejo mati terserang virus misterius. Akibatnya, ratusan petani cengkeh harus merugi karena tidak bisa memanen pohon cengkeh miliknya. Ciri-ciri pohon cengkeh yang terkena penyakit berupa dayun tiba-tiba layu hingga kuning mengering pada pupus daun, kemudian merembet ke ranting hingga dahan dan akhirnya mati.

Kepala Desa Tamanrejo, Zaenal Arifin mengatakan jika banyak pohon didesa tersebut terserang virus dan mati mengering. Selain di Kecamatan Sukorejo, hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Patean, dan Plantungan. ” Sudah coba diobati dengan pestisida namun tanaman milik warga tetap mati,” katanya,Rabu (7/10).

Bacaan Lainnya

Padahal di Desa Tamanrejo ada sekitar 6 dukuh diantaranya Dukuh Tamansari, Gatak, Tegalombo, Tamanan, Wonorojo, dan Tambakrato dengan luas sekitar 661.500 serta merupakan mata pencaharian satu-satunya warga sekiyar. ” Dua tahun ini para warga tidak bisa panen karena virus menyerang sejak bebeberapa tahun lalu. Paling parah adalah Dukuh Wonorojo dengan luas lahan 1.000 hektar lebih,” tuturnya.

Parahnya kondisi yang dikeluhkan dan merugikan para petani ini belum ditangani oleh dinas terkait. Dikhawatirkan penyakit yang menyerang tanaman cengkeh akan semakin meluas hingga mengakibatkan gagal panen besar-besaran. ” Belum ada perhatian dari Pemerintah, padahal kondisi ini berlangsung cukup lama,” keluhnya.

Abdul Qodir, 38, slah satu petani cengkeh mengaku selalu mengalami kerugian lantaran pohon cengkeh miliknya berbuah tidak maksimal sehingga harga cengkeh turun. Dari 2,5 hektar lahan miliknya, hampir semua pohon terserang penyakit. ” Akibat kena panyakit dari 200 pohon, saya saat ini hanya punya 25 pohon saja yang tersisa,” katanya.

Lebih mirisnya lagi, harga cengkeh saat ini cukup tinggi. Untuk cengkeh basah mencapai Rp 35 ribu perkilogram, sementara cengkeh kering mencapai Rp 92 ribu perkilogram. ” Harganya bagus, tapi hasil panen tidak maksimal karena pohon kena penyakit,”pungkasnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *