Pembunuhan Mijen, Polisi Temukan BB Baru

  • Whatsapp

162998_ilustrasi-pembunuhan_663_382SEMARANG, Jowonews.com – Penyelidikan terkait tewasnya Rokhimah (55) di rumah keponakannya, Hermanto (35), RT 02 RW 02, Kelurahan Polaman, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pekan kemarin, masih terus dilakukan. Mulai dari mencari motif pembunuhan, hingga melakukan pendalaman terkait barang bukti dan keterangan saksi.

Terakhir, aparat Sat Reskrim Polrestabes Semarang kembali menemukan barang bukti baru yang diduga ada kaitannya dengan kasus pembunuhan Rokhimah. Barang bukti yang baru ditemukan tersebut berupa baju dengan bercak berwarna kecoklatan seperti darah kering. Baju tersebut ditemukan di belakang rumah korban.

Bacaan Lainnya

Setelah ditelusuri, baju tersebut adalah milik tetangga korban. Bahkan saat diklarifikasi, tetangga yang dimaksud juga mengakui kalau baju tersebut adalah miliknya dan sudah lama tidak dipakai karena hilang. Terkait bercak warna coklat yang ada di baju diakuinya sebagai noda getah yang sulit hilang. Akan tetapi pengakuan tersebut bertolak belakang dengan hasil uji laboratorium yang menyatakan kalau bercak tersebut adalah bercak darah.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya temuan tersebut. Pihaknya juga sudah mengklarifikasi terkait temuan tersebut. “Dari pengakuan pemilik baju seperti itu. Kami masih kembangkan lagi, apapun hasilnya akan dikembangkan sampai sesuai fakta,” katanya saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Rabu (7/10).

Saat ditanya terkait dugaan uang Rp 50 juta yang dimiliki korban atau keluarga korban hingga memicu adanya pembunuhan, Sugiarto tidak ingin berspekulasi. Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait hal itu dan juga temuan baju kenapa sampai ada di belakang rumah korban. “Bisa saja karena itu. Tapi kami tidak akan bersekulasi. Penyelidikan masih dilakukan dan arah penyidikan kami berdasarkan hasil penyelidikan itu,” terangnya.

Terkait motif pembunuhan, Sugiarto menyebutkan kalau sampai saat ini masih belum dapat memastikan. Motif pembunuhan tersebut masih samar. “Sampai sekarang masih kami cari motif dari kasus itu,” tandasnya.

Terpisah, pihak keluarga Rokhimah menduga pelaku adalah orang yang sudah mengetahui seluk beluk dan keadaan rumahnya. Menurut anak pertama Rokhimah yang bernama Ansori (38), dugaan tersebut melihat kejadian yang berbarengan dengan keadaan rumah yang sepi. Sebab saat itu semua keluarga korban sedang menghadiri akad nikah salah seorang kerabat. Keadaan sepi itu yang kemudian dimanfaatkan oleh pelaku untuk beraksi.
“Dugaan kami orangnya (pelaku, red) sudah tahu keadaan rumah. Tahu kalau kami sedang ‘mbesan’,” ujarnya.

Selain itu, Ansori juga menduga kalau ibunya juga sudah mengenal pelaku. “Misalkan itu cuma pencuri, pasti langsung lari begitu ibu mengetahui. Tapi karena pelakunya sudah diketahui atau mungkin dikenal ibu, terus bertindak nekat,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Rokhimah ditemukan tewas bersimbah darah di lantai rumah milik Hermanto, keponakan korban, pada Sabtu (3/10), sekira pukul 09.30. Saat itu Hermanto bersama mertuanya, Teguh Sutejo, dan istrinya baru saja pulang dari akad nikah kakak iparnya.

Begitu sampai di rumah, Hermanto mendapati pintu rumah bagian depan yang tadinya terbuka sudah dalam keadaan terkunci. Hermanto kemudian menuju ke pintu belakang. Anehnya, pintu belakang yang saat ditinggal ‘mbesan’ tertutup justru terbuka. Dapur di lokasi kejadian juga dalam kondisi berantakan.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *