Hadiah Umrah Bagi Penyuluh Berprestasi

  • Whatsapp

MATARAM, Jowonews.com – Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, memberikan hadiah umrah kepada sembilan penyuluh pertanian, peternakan dan perkebunan yang berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kinerjanya mengawal dan membina petani memproduki komoditas pangan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Pertanian (BKP3) Kabupaten Dompu, Husni Thamrin, di Mataram, Kamis, mengatakan penghargaan berupa dana umrah tersebut juga sebagai salah satu upaya memotivasi semangat penyuluh untuk terus bekerja keras.

Bacaan Lainnya

Terlebih sekarang ini kata dia, ada target menyukseskan program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi dan Kedelai (Upsus Pajale).

“Penyuluh bagian dari program Upsus Pajale karena mereka yang mengawal dan membina petani dari mulai tanam hingga pascapanen,” katanya ketika ikut meninjau persiapan Festival Hortikultura di Mataram, bersama Wakil Gubernur NTB HM Amin.

Ia menjelaskan, pemberian penghargaan kepada penyuluh sudah dilaksanakan sejak 2013. Namun, pada tahun pertama yang diberikan penghargaan sebanyak empat orang berupa dana menunaikan ibadah haji.

Kemudian pada tahun kedua diubah dalam bentuk dana umrah karena untuk bisa berangkat menunaikan ibadah haji harus masuk daftar tunggu hingga beberapa tahun.

Jumlah penyuluh penerima penghargaan sebanyak delapan orang, di mana masing-masing mendapatkan Rp20 juta. Dana tersebut bisa juga diarahkan untuk biaya menunaikan ibadah haji, tinggal penyuluh menambah sendiri, jika tidak mau menunaikan umrah.

“Kalau tahun ini sembilan orang yang diberikan penghargaan umrah. Ada tambahan satu penyuluh karena pada saat diundi hanya penyuluh laki-laki yang keluar namanya,” ujar Husni.

Mekanisme seleksi penyuluh yang berhak mendapat dana umrah, kata dia, dilakukan melalui beberapa indikator penilaian, di antaranya prestasi turun lapangan mengecek kondisi tanaman petani binaannya dan bagaimana kemampuan meningkatkan demplot tanaman.

Tim penilai berasal dari internal BKP3 Kabupaten Dompu. Proses penilaian tidak boleh unsur kekeluargaan karena hasil seleksi akan dikaji kembali oleh bupati.

Husni menambahkan, penyuluh yang diseleksi berasal dari seluruh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang ada di kecamatan, baik yang bertatus pegawai negeri sipil (PNS), mau pun tenaga harian lepas (THL) yang dikontrak.

“Tenaga penyuluh yang ada di Dompu, berjumlah 118 orang, terdiri atas penyuluh pertanian PNS 63 orang dan kontrak 55 orang. Itu tidak termasuk penyuluh perikanan dan kehutanan,” sebut Husni.

Selain diberikan penghargaan, kata dia, Bupati Dompu H Bambang Yasin, juga memberikan dana perjalanan bagi para penyuluh agar mereka selalu rajin turun ke lokasi binaannya untuk melakukan pengawalan dan pembinaan proses tanam.

Nilai dana perjalanan disesuaikan dengan golongan penyuluh. Misalnya golongan empat nilanya mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per orang/bulan, sedangkan golongan dua Rp200 hingga Rp300 ribu per orang/bulan.

Kebijakan Pemkab Dompu tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur NTB HM Zainul Majdi, karena hanya satu-satunya dari 10 kabupaten/kota di NTB, yang berani mengalokasikan APBD untuk kesejahteraan para penyuluh pertanian, bahkan mungkin satu-satunya kabupaten di Indonesia.

“Bupati memberikan perhatian kepada penyuluh, makanya Dompu sukses sebagai lumbung jagung nasional,” kata Husni. (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *