Pemkot Solo Ultimatum Warga

  • Whatsapp
Sungai
Sungai
Sungai
Sungai

SOLO, Jowonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melayangkan surat peringatan (SP) bagi sejumlah warga yang masih bertahan di bantaran Sungai Bengawan Solo, padahal mereka sudah menerima dana ganti rugi dari pemkot.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo, Sutarja mengatakan pelayangan SP 1 tersebut diberikan usai pihaknya berkoordinasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas PP PA dan KB).

Bacaan Lainnya

Dari hasil koordinasi tersebut disepakati untuk mencoba melakukan cara persusif terlebih dahulu, sehingga diharapkan warga akan pindah dengan sendirinya tanpa harus dilakukan pembongkaran paksa.

“Kami masih mempertimbangkan sisi kemanusian untuk pembongkaran bangunan. Karena itu kami layangkan dulu SP 1. Jika nanti tidak ada respon dalam waktu tujuh hari, baru akan kami layangkan SP 2 dan 3,” jelasnya, Rabu (7/10).

Sayangnya Sutarja tidak merinci berapa jumlah warga bantaran yang membandel. Ia hanya menuturkan mereka tersebar di Kelurahan Sewu, Pucangsawit dan Semanggi.  Selain melayangkan surat peringatan, pihaknya juga memberi tanda silang pada bangunan warga.

Hal ini sebagai pertanda bahwa pemilik bangunan tersebut belum mau pindah dan akan melakukan tindakan tegas jika hingga pelayangan SP 3 warga belum juga membongkar bangunan.

“Namun tetap dengan jalan kekeluargaan, bukan dengan kekerasan,” tandasnya. Terpisah, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Relokasi Semanggi, Suparno H.S.,  mengatakan  warga memilih masih bertahan di bantaran sungai dengan beragam alasan.

Hingga saat ini, ia mencatat masih ada satu bangunan di tanah negara dari total 190 bangunan yang masih berdiri. Namun, pihaknya berharap warga segera pindah karena telah menerima dana ganti rugi dari Pemkot.

“Salah satu waega yang belum mau pindah mengatakan masih belum menemukan rumah yang baru. Sekarang kami sedang mendata kembali warga bantaran. Data baru ini untuk mengetahui secara pasti berapa warga yang belum pindah,”tukasnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *