Pohon Beringin Ikon Batang Tumbang

  • Whatsapp
Pohon-asem-kemis-Saridin-Pati foto: wartaphoto.net
Pohon-asem-kemis-Saridin-Pati foto: wartaphoto.net
Pohon-asem-kemis-Saridin-

BATANG, Jowonews.com Pohon beringin besar yang ada di tengah-tengah Alun-alun Kota Batang yang juga menjadi salah satu ikon kebanggaan warga Kabupaten Batang tiba-tiba tumbang, Rabu (7/10) tengah malam kemarin.  Pohon itu tumbang membelah menjadi empat bagian, dengan beberapa bagian menghadap ke semua arah mata angin, utara, selatan, timur dan barat. Serta meninggalkan lubang besar dengan diameter 2 meter dan kedalaman 1,5 meter.

Robohnya pohon bringin yang usianya diperkirakan sudah ratusan tahun tersebut, menjadi perhatian dan tontonan warga sekitar. Karena saat tumbang tidak ada angin dan hujan bahkan petir, tiba-tiba terdengar bunyi suara gemeretak yang cukup keras, pohon bringin pun tumbang.

Bacaan Lainnya

Hingga Kamis (8/10) siang, banyak warga berdatangan ingin menyaksikan tumbangnya pohon beringn tersebut. Bahkan tidak sedikit warga yang melakukan selfie untuk berfoto-foto, di atas pohon beringin tersebut.

Suyoso (62) warga Kelurahan/Kelurahan Kauman, yang menjabat sebagai Takmir Masjid Agung Jami Batang, mengungkapkan bahwa pohon beringin yang berada di depan Masjid Jami Batang tersebut, sudah ada sejak dirinya belum lahir. Bahkan ketika dirinya masih kecil, sering bergelayutan di antara akar-akar pohon bringin tersebut.

“Pohon beringin itu usianya diperkirakan sudah ratusan tahun, bahkan sejak saya belum lahir sudah ada pohon beringin tersebut,” ungkap Suyoso.

Mulyadi (46) seorang ahli kontruksi bangunan dari Gabungan Pengusaha Kontruksi Indonesia, Cabang Batang, mengatakan bahwa robohnya pohon bringin tersebut lebih disebabkan karena akar pohon beringin naik ke atas, dan tidak bisa menjalar ke samping.

Menurutnya Pemda Batang seharusnya tidak membuat pagar tembok, pada semua sisi pohon beringin. Karena dengan adanya tembok sedalam satu meter dan setinggi 80 centimeter tersebut, membuat akar pohon beringin tak bisa berkembang dan menjalar.

“Kalau dilihat posisi pohon beringin tumbang ke segala arah, itu karena akar pohon beringin tidak bisa menjalar kemana-mana, karena ada tembok disekelilingnya,” kata Mulyadi.

Sementara itu,  Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Batang, Suprayitno, menjelaskan  pohon beringin ini merupakan salah satu saksi sejarah perkembangan Kabupaten Batang, dan menjadi ikon Kabupaten Batang karena usianya sudah ratusan tahun.

Menurutnya hingga kini Pemda Batang tidak berani membersihkan reruntuhan tumbangnya pohon beringin tersebut, karena sebelum membersihkan pohon tersebut, pihaknya akan menggelar doa bersama untuk keselamatan semua warga Kabupaten Batang.

“Pohon beringin ini adalah ikon dan simbol kejayaan Pemkab Batang, maka kami tidak berani membersihkannya sebelum digelar doa bersama, untuk keselamatan waga Kabupaten Batang,” jelas Suprayitno. JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *