Lelang Gagal, Proyek Senilai Rp 1,7 M Batal

  • Whatsapp
Pasar ngabul jepara (foto : jeparahariini)
Pedagang pasar ngabul berjaualan di pinggir jalan
Pedagang pasar ngabul berjaualan di pinggir jalan

SALATIGA, Jowonews.com – Renovasi Pasar Andong dipastikan tidak bisa dilaksanakan tahun 2015 ini. Meski proyek pembangunan yang berasal dari dana alokasi khusus ( DAK) senilai Rp 1,7 miliar sudah dilelang, namun belum ada ( rekanan) yang memenuhi syarat.

Selain itu, mepetnya waktu juga menjadi faktor molornya pembangunan pasar loak dan batu akik tersebut. Sekretaris Disperindagkop dan UMKM Wuri Handayani mengatakan, lelang pembangunan Pasar Andong sudah dilakukan pada bulan September kemarin.

Bacaan Lainnya

Dari tiga rekanan yang maju ( lelang), sesuai aturan belum ada yang memenuhi syarat.Wuri juga tidak menampik, mepetnya waktu juga menjadi pertimbangan (rekanan) karena masa kerjanya hingga bulan desember ini harus selesai.

“Tempat penampungan sementara atau relokasi bagi pedagang juga belum siap, itu juga butuh waktu sendiri untuk membuat penampungan. Karena tidak bisa tahun ini, maka proyek tersebut untuk luncuran tahun 2016 mendatang,” jelasnya.  

Wuri menjelaskan, kondisi Pasar Andong saat ini sudah tidak representatif untuk tempat perdagangan. Pasar tersebut akan direvitalisasi secara permanen.Menurut dia, revitalisasi dilakukan karena aktivitas perdagangan di pasar tersebut bertambah ramai. Semenjak dijadikan sentra penjualan batu akik, pasar tradisional ramai pengunjung.

“Sebelum booming akik, pasar yang dipakai untuk menampung pedagang loak ini sangat sepi pengunjung. Sekarang ramai pengunjung. Agar pengunjung lebih nyaman, pasar tersebut akan bangun permanen,” jelasnya.

Wuri mengatakan, nantinya konsep pembangunan pasar tetap mengacu kepada bentuk sebelumnya. Yakni terdiri dari kios dan los. Dalam kesempatan sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kota Salatiga Muthoin mengatakan, anggaran pembangunan Pasar Andong berasal dari dana alokasi khusus (DAK).

Rencananya, pembangunan dilaksanakan pada dua tahun anggaran, yaitu 2015 dan 2016.Muthoin menambahkan, tujuan pembangunan pasar tradisional itu adalah untuk memperbaiki bangunan dan menata pedagang. Selain itu, juga untuk menampung sebagian pedagang di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

“Sekarang sudah ramai, nantinya setelah pasar selesai dibangun, sebagian pedagang di kawasan Jalan Jenderal Sudirman akan kita masukkan ke Pasar Andong. Sehingga kepadatan pedagang di kawasan itu bisa dikurangi,” imbuhnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *