Pasangan Nikah Sesama Jenis: Gaunnya Seharga Rp 4 Juta

  • Whatsapp

tasyakuran RK dan DM BYLBOYOLALI, Jowonews.com – Hajatan tasyakuran yang digelar sesama jenis mirip hajatan pernikahan di Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Boyolali menjadi buah bibir warga. Banyak warga yang penasaran dengan kabar itu dan bertanya-tanya kebenarannya. Yang membuat penasaran warga adalah keduanya merupakan laki-laki. 

Dalam perbincangan warga pun tak sedikit yang sambil tertawa. Mungkin karena merasa lucu, aneh dan memang sangat tak lazim. Selain itu, pernikahan sesame jenis memang dilarang baik secara adat, agama dan hukum Negara. Sejumlah warga pun menilai, apa yang dilakukan DR alias RK dengan DM adalah nekat. 

Bacaan Lainnya

Hajatan tersebut digelar di rumah RK Sabtu (10/10) siang. Ratusan warga sekitar dan teman-teman komunitas RK tampak menghadiri acara yang digelar mulai pukul 12.00 tersebut. Tak diketahui apakah ada acara prosesi pernikahan dalam acara itu. Namun, sebuah spanduk yang terpasang hanya bertuliskan, “Tasyakuran bersatunya RK dengan DM. Mohon doa restu”. 

Dalam hajatan itu, kedua pasangan sejenis itu juga duduk di kursi “pelaminan” lengkap dekorasi seperti dalam resepsi pernikahan. Hanya saja, dalam hajatan tersebut hanya ada acara tunggal yakni atur pambagyo harjo atas kedatangan tamu. Tak ada acara serah-tinompo, panggih maupun sungkeman. Orang tua keduanya juga tidak duduk di kursi di samping pasangan sejenis itu. 

“Hajatan ini mungkin agar masyarakat mengetahui dan mau menerimanya,” kata seorang warga setempat yang enggan disebut namanya. 

RK dinilai memang nekat. Bahkan, dia pernah membuat risau warga, jika hubungannya dengan DM tidak diterima masyarakat. Dia pernah hendak meracuni warga disebuah hajatan tetangganya. Beruntung, hal itu diketahui warga, sehingga tidak sampai terjadi. 

Melihat hal seperti itu, dari berbagai pertimbangan baik dan buruknya, akhirnya masyarakat mau datang ke hajatan yang digelar RK, sebagai wujud kegotong-royongan antar warga di lereng Merapi sisi timur ini.“Tetapi, kami tetap tidak setuju dengan adanya pernikahan sesama jenis disini. Karena memang dilarang, baik secara adat, agama dan negara,” kata Kepada Desa setempat, Suryati, kepada wartawan. 

Pihaknya tidak mengatahui secara jelas sejak kapan keduannya mulai berhubungan. Namun sejak sebulan terakhir ini, RK mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatunya sendiri untuk perhelatan itu. RK dinilai termasuk orang yang supel, pekerja keras dan kreatif.

Menurut sejumlah warga, RK juga memiliki sebuah usaha warung makan di wilayah Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Bahkan berbagai pekerjakan seperti marketing, rias manten dan lain sebagainya dia lakoni. “Orangnya ini termasuk sukses dan mudah bergaul jadi apapun dia lakukan,” katanya. 

Hal itu juga dibenarkan oleh salah satu tetangganya yang juga kerabat keluarga RK, Ratno. Menurut dia, untuk biaya acara hajatan itu semua tanggung RK sendiri. Dia mempersiapkan hajatan ini sejak sebulan yang lalu, dengan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan rapi. Bahkan, untuk panggung, brak, hiburan dia yang mencarinya. “Saya dikasih tahu, jika bajunya yang dipakai dalam hajatan itu harganya Rp 4 juta,” kata Ratno. 

Namun demikian, warga tetap tidak memperbolehkan pernikahan sesama jenis itu terjadi di kampungnya. “Kami hanya sebatas membantu dan saling bergotong-royong hidup di masyarakat desa. Untuk pernikahan kami tetap tidak setuju,” tegas dia.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *