UMK Kudus 2016 Belum Disepakati Apindo dan SPSI

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga kini belum menyepakati nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) pada 2016.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kudus Ludful Hakim di Kudus, Senin, membenarkan bahwa hingga kini belum terjadi kesepakatan soal besaran UMK 2016 meskipun pertemuan untuk membahas hal tersebut sudah dilakukan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan instruksi dari Pemprov Jateng, kata dia, seharusnya pada Oktober 2015 pihaknya sudah menyampaikan usulan besaran UMK 2016 untuk daerah setempat.

Sesuai ketentuan, kata dia, seharusnya 40 hari sebelum 1 Januari sudah ditentukan besaran UMK 2016.

“Tentunya, butuh waktu juga untuk proses penentuannya sehingga wajar provinsi meminta paling lambat 1 Oktober 2015,” ujarnya.

Informasinya, kata dia, ada beberapa kabupaten/kota yang belum menyampaikan usulan UMK 2016, salah satunya Kabupaten Kudus.

Sebelum ada kesepakatan soal angka UMK 2016, dia mengaku belum bersedia menyampaikannya kepada Bupati Kudus.

“Target kami, pekan ini sudah ada usulan satu angka bukannya dua angka seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.

Ia memprediksi angka UMK Kudus 2016 lebih tinggi dibandingkan dengan angka kebutuhan hidup layak (KHL) pada September 2015 yang diputuskan Rp1.368.381,49.

Selain itu, kata dia, angka UMK 2016 juga lebih tinggi dibandingkan dengan UMK 2015 yang ditetapkan Rp1.380.000.

Ia mengatakan banyak faktor dalam menentukan UMK, seperti prediksi KHL pada Desember 2015, prediksi inflasi pada Desember 2015, angka inflasi tahun ke tahun, produktivitas kerja, kondisi perekonomian, serta kemampuan perusahaan membayarkan upah pekerja.

Sekretaris Apindo Kudus Hamidin membenarkan hingga kini memang belum ada kesepakatan soal besaran UMK 2016.

“Kami berharap, semua pihak memahami bahwa ‘basic’ dasar KHL untuk penentuan UMK 2016 berada di bawah UMK 2015,” ujarnya.

Ia memastikan UMK 2016 tetap ada kenaikan dibandingkan dengan UMK pada 2015, namun kenaikannya tentu harus wajar.

Harapannya, kata dia, terjadi kesepakatan satu angka soal besaran UMK 2016 antara SPSI dengan Apindo.  (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *