Menyambut 1 Muharram 1437 H, Hendi-Ita Pilih Pengajian di Kampung

  • Whatsapp
Hendi-Ita menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: Achmad Munif/Jowonews)
Hendi-Ita
Hendi-Ita menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: Achmad Munif/Jowonews)
Hendi-Ita menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: Achmad Munif/Jowonews)

SEMARANG,Jowonews.com  – Pasangan calon (paslon) Walikota/Wakil Walikota Semarang Hendrar Prihadi-Hevearita GR (Hendi-Ita) tidak melakukan kegiaan kampanye apapun pada hari Selasa (13/10) atau satu hari sebelum tangggal 1 Muharram 1437H. Hal itu sengaja dilakukan Hendi-Ita untuk menghormati malam pergantian tahun baru Hijriyah.

Mas Hendi, begitu biasa Hendrar Prihadi disapa, lebih memilih mengadakan pengajian bersama anak yatim di kediamannya di Lempongsari. Setelah itu, bersama warga disekitar rumahnya keliling kampong dan ikut larut dalam tradisi ‘lek-lekan’.

Bacaan Lainnya

Hal serupa juga dilakukan oleh Mbak Ita. Ia ikut larut dalam ‘tirakatan’ di Ngesrep. Hal ini tentu saja menjadi sebuah hal yang berbeda disaat pasangan calon lain berlomba-lomba melakukan kampanye atau memanfaatkan berbagai kegiatan untuk menarik pemilih setiap hari.

Hendi saat ditemui di kediamannya di Lempngsari mengatakan, segala macam tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Semarang pada hari ini (Selasa,red) adalah tradisi yang telah dilakukan puluhan tahun.”Saya sebagai bagian dari warga yang sedari lahir tinggal di Semarang, sudah sewajarnya ikut larut dalam traidisi ini.”ungkapnya.

”Saya dan kawan-kawan berkomitmen untuk menghormati serta menjaga tradisi ini untuk tetap pada pakemnya. Sehingga meskipun Semarang sedang dalam proses pilwalkot, saya rasa jangan sampai proses ini merubah esensi tradisi-tradisi yang sedang berlangsung sekarang,”harapnya.

Sementara Mbak Ita mengungkapkan dirinya lebih memilih melakukan renungan pada diri kami masing-masing. Karena apa yang akan kami lakukan kedepannya merupakan bagian dari apa yang telah kami perbuat sebelumnya”, jelas Ita.

 Muji (63) salah satu warga Lempongsari memberikan acungan 2 jempol terhadap sikap yang dilakukan oleh pasangan Hebat. “Ini tentu saja menjadi hal yang baik. Karena mas Hendi mau dan bisa menahan diri untuk tidak berkampanye di hari ini.” Jelasnya.

“Saya rasa sikap seperti ini harus dimiliki seorang pemimpin, yang mau menghormati tradisi yang telah lama dijalankan oleh warganya.” tambah Muji. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *