Aceh Barat, Pengamanan Rumah Ibadah Diperketat

  • Whatsapp

MEULABOH-ACEH, Jowonews.com – Sedikitnya 34 anggota kepolisian dibantu TNI dikerahkan membantu pengamanan pada rumah ibadah (gereja) di seputar Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho di Meulaboh, Kamis mengatakan pengamanan rumah ibadah merupakan salah satu tanggung jawab pihak kepolisian untuk memberi rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Pengamanan rumah-rumah ibadah memang sudah tanggung jawab kepolisian, kita memberi rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat, baik itu di gereja maupun di Masjid,” katanya.

Kapolres menjelaskan, pasca-insiden pembakaran rumah ibadah (gereja) yang berujung pada terjadinya bentrokan fisik antarwarga di Kabupaten Aceh Singkil pada Selasa (13/10), belum berimbas ke daerah lain seperti di Meulaboh.

Di menjelaskan, di seputar Kota Meulaboh, Kecamatan Johan Pahlawan ada empat unit rumah ibadah (gereja) yang dalam pemantauan serta pengamanan pihak kepolisian dibantu TNI untuk memberikan rasa keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat.

Selain melakukan pengamanan dan gabungan TNI-Polri tersebut juga melakukan patroli secara bergantian, karena itu secara umum dipastikan kondisi kamtibmas di Meulaboh terkendali dan tidak ada permasalahan antar umat beragama.

“Kita mengerahkan 34 personel didukung oleh Kodim 10 personel, selain mengamankan rumah ibadah mereka juga patroli keliling. Di Meulaboh secara umum kondisi kamtibas terkendali, kita berharap sesama umat manusia saling menghargai dan toleransi umat beragama,”tegasnya.

Sementara itu Pendeta Gereja Methodist Indonesia-Meulaboh Pdt Megi Bangun yang ditemui wartawan mengatakan, sampai saat ini pihaknya tidak merasakan ada gangguan apapun dan masyarakat kawasan itu memberi rasa aman.

“Di Meulaboh kerukunan beragama sangat bagus, saling menghormati, menghargai, kemudian juga pihak aparat keamanan TNI, Polisi, juga bagus. Begitu ada situasi kurang stabil langsung memberitahukan, jangan takut, aman semua terkendali,”katanya.

Pdt Egi mengharapkan, seluruh umat gereja jangan mudah terprovokasi dan jangan mudah berpikiran negatif karena semua itu bisa membuat terjadinya sesuatu yang tidak baik, dia mengajak untuk saling menghargai dan mengikuti aturan yang ada.

Demikian halnya kepada masyarakat umum jangan terprovokasi karena pemerintah sampai hari ini tetap perhatian kepada semua pemeluk agama dalam beribadah, karenanya jangan gampang panas dan berpikiran negatif.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *