Proyek TWS Pasti Gagal

  • Whatsapp

twsSALATIGA, Jowonews.com – Rencana pembangunan Taman Wisata Salatiga ( TWS) yang digulirkan tahun 2010 saat pemerintahan Walikota John Manoppo, hingga sekarang oleh Walikota Yuliyanto tidak  terealisasi. Padahal, Pemkot Salatiga sudah membuat detail engginering design ( DED) tempat wisata di Dukuh Bugel, Salatiga tersebut dan serius akan merealisasikannya.

Malah, meski rencana tersebut belum terealisasi, ada rencana baru di lokasi tersebut, yaitu akan dibangun sirkuit balap mobil yang berdampingin dengan taman wisata. Dalam kesempatan sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Budaya dan Pariwisata (Dishubkombudpar) Kota Salatiga Adhy Suprapto mengatakan, rencana pembangunan TWS secara keseluruhan diestimasikan menelan anggaran Rp 40 miliar.

Bacaan Lainnya

Pemkot serius untuk merealisasikan proyek tersebut karena TWS memiliki potensi yang cukup besar untuk mendongkrak perekonomian Salatiga. Sedangkan rencana pembangunan sirkuit, masih dalam kajian. Sudah ada investor yang mensurvei lahan dan berminat merealisasikan rencana tersebut.

“Kami menyambut baik dan mendukung pembangunan sirkuit mobil itu. Semoga, rencana tersebut bisa terealisasi karena akan menjadi daya tarik dan sumber pendapatan baru di Salatiga,” ujar Adhy.

Dia menjelaskan, meski sebagian lahan akan digunakan untuk membangun sirkuit balap mobil, rencana pembangunan TWS tetap akan diwujudkan. Nantinya sirkuit tersebut bisa dipadukan dengan anjungan wisata yang akan dibangun di TWS sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri. 

“Untuk memadukan sirkuit dengan anjungan wisata TWS, tentunya harus merubah DED (detail engeenering design) TWS yang sudah dibuat beberapa waktu lalu. Dan investor siap membuat DED baru. Rencananya, lahan seluas 5 hektare dibagi dua. Yang 2,5 hektare untuk anjuangan wisata TWS dan yang 2,5 hektare untuk sirkuit” imbuhnya.

 Diketahui, sesuai rencana, TWS akan dibangun seperti objek wisata yang menjadi icon Kota Batu dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dana yang dibutuhkan untuk membangun objek wisata semacam itu mencapai puluhan miliar rupiah dan akan menggandeng investor. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *