Senator Denty Serukan Keterlibatan Masyarakat dalam Pencegahan Bencana

  • Whatsapp

SOLO, Jowonews.com – Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi bencana yang cukup tinggi. Oleh karena itu, keterlibatan peran masyarakat dalam pencegahan bencana harus ditingkatkan. Hal itu disampaikan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Denty Eka Widi Pratiwi mengungkapkan, paradigma yang harus dipahami dalam penanganan bencana adalah mengedepankan pencegahan, risiko bencana dan peningkatan upaya kapasitas masyarakat. ”Manajemen partisipatif bisa diterapkan melalui upaya ini, dan perlu respon positif dari masyarakat agar memperoleh manfaat yang berkesinambungan,” ujar Denty di sela Forum Peringatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Solo, yang berlangsung Jumat (16/10) hingga Minggu (18/10) kemarin. Denty yang merupakan salah satu senator dari Jateng tersebut, merupakan salah satu peserta Forum PRB yang menjadi agenda nasional yang diselenggarakan setiap tahun.
Denty mengemukakan, perlunya respon positif dari masyarakat agar bisa memperoleh manfaat yg berkesinambungan. Menurutnya, bencana bisa terjadi kapan dan dimana saja, sehingga semua pihak harus berupaya melakukan pengurangan risiko tersebut.

Pembukaan Forum PRB di The Sunann Hotel Solo
Pembukaan Forum PRB di The Sunan Hotel Solo

Menurut Denty, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai koordinator penanganan bencana nasional harus intens melakukan identifikasi dan memetakan area bencana. Langkah yang dilakukan salah satunya melakukan early warning system, sebagai salah satu pendeteksi dini kondisi bencana.
Selain itu, Denty juga meminta agar masyarakat dilibatkan dalam upaya pencegahan di lingkungan mereka. Tujuannya, agar deteksi bencana bisa dilakukan sejak dini. ”Selain sosialisasi pentingnya pelestarian lingkungan pemerintah juga harus melakukan penindakan hukum yang tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, pembukaan dihadiri Mendagri Tjahjo Kumolo, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, serta anggota DPD RI dari Jateng. Mendagri mengatakan, pemimpin daerah harus memahami dan menguasai daerah rawan bencana di wilayah masing-masing sehingga dapat lebih cepat menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Sedangkan Ganjar mengatakan jika Jateng sanggup menjadi laboratorium bencana dan percontohan daerah tanggap bencana. (Jn16)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *