Air PDAM Mati, Warga Protes Besaran Tagihan

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Keluhan warga Semarang terhadap pelayanan air PDAM Tirta Moedal kian bertambah. Setelah sebelumnya warga Kecamatan Pedurungan dan Tembalang, kini hal yang sama disampaikan, Nona, seorang pedagang di Kawasan Citarum.

“Beberapa bulan terakhir pasokan air ke tempatnya menjadi sangat berkurang. Bahkan beberapa hari terakhir ini air tidak mengalir sama sekali,” ujarnya, Senin (19/10).

Bacaan Lainnya

Pihaknya merasa keberatan dengan kebijakan PDAM Tirta Moedal saat ini. Dimana uang sewa tetap harus dibayarkan setiap bulan secara rutin, namun air tak kunjung didapatkan. “Saya maklum aja susah air, namanya lagi kemarau. Tapi sudah pasti gini, tetap aja bayarnya normal,” imbuhnya.

Bukan hanya kekeringan, namun pelayanan yang diberikan oleh pemerintah dirasa belum maksimal. Hal tersebut membuat masyarakat menjadi geram karena iuran air bersih tetap berjalan namun fasilitas yang diberikan tidak maksimal dan jauh dari harapan.

“Saya sih berharapnya pemerintah bisa bantu, kebijakan yang memihak rakyat kecil disaat kayak gini diperlukan. Minimal dapat keringanan bayar airnya, bukan naik terus,” terang Ana, warga Karang Kimpul Kaligawe.

Menanggapi hal itu, PDAM Tirta Moedal Cabang Utara hanya mengikuti kebijakan yang sudah dilaksanakan.“Sudah kebijakannya dipakai atau tidak, dalam satu bulan tetap bayar 10 m3,” kata Redi, petugas penertiban PDAM Tirta Moedal.Cabang Utara.

Kekeringan yang terjadi beberapa bulan terakhir memberikan dampak yang besar bagi masyarakat. Musim kemarau juga diperkirakan akan berlangsung lebih lama dibanding tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena iklim El Nino, dan musim kemarau diperkirakan akan berakhir di bulan November. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *