Air di Embung Musuk Tinggal 12 Persen

  • Whatsapp

BOYOLALI, Jowonews.com – Kemarau panjang saat ini semakin berpengaruh pada ketersediaan air di Embung Musuk. Ketersediaan air di embung yang dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah Minum (PUDAM) Boyolali itu kini tersisa sekitar 12% saja. Suplai air ke pelanggan di wilayah Boyolali Kota pun telah dihentikan. 

Pj Direktur PUDAM Boyolali, Cahyo Sumarso, mengatakan volume air di embung Musuk saat ini tinggal sekitar 10.000 meter kubik dari total kapasitas sebanyak 80.000 meter kubik. Dengan kondisi itu, air di embung itu diperkirakan hanya mampu untuk menyuplai bahan baku air bersih hingga pekan pertama bulan depan. 

Bacaan Lainnya

“Tinggal sekitar 10.000 meter kubik, kami perkirakan pada minggu pertama bulan November mendatang air embung sudah habis,” kata Cahyo Sumarso kepada wartawan Selasa (20/10). 

Selama musim kemarau ini, penggunaan air embung Musuk dihemat. Karena kondisi air yang semakin menipis, debit air yang diambil hanya sekitar 5 liter/detik untuk melayani sekitar 4.000 sambungan rumah (SR) pelanggan PUDAM, khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Musuk dan sebagian Boyolali Kota.

Dari pantauan, kondisi air di Embung Musuk semakin menipis, Selasa (20/10). Bahkan di sisi barat sudah terlihat dasar embung yang tertutup endapan lumpur. Pasokan air ke dalam embung dari sungai Kintel juga sudah tidak mengalir. Suplai air ke embung Musuk, selama ini mengandalkan air hujan dan air dari sungai Kintel. 

Penjaga embung, Margono, menambahkan ari dari embung Musuk saat ini hanya digunakan untuk melayani pelanggan di Desa Madu, Kecamatan Mojosongo dan Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk. Sedangkan aliran ke pelanggan di Boyolali Kota dihentikan. “Aliran itu baru dibuka pada malam hari, itupun tidak bisa menjangkau semua pelanggan,” katanya. 

Diakui, air embung tidak mungkin dihabiskan seluruhnya. Namun sebagian tetap disisakan untuk pemeliharaan embung. (JN01) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *