Proyek Abal-abal, Kaliwungu-Boja Ambles

  • Whatsapp
Jalan amblas tersebut berada di Desa Darupono Kecamatan Kaliwungu Selatan ini. Kondisinya, sangat fatal jika. Pengguna harus ekstra hati-hati
Jalan amblas tersebut berada di Desa Darupono Kecamatan Kaliwungu Selatan ini. Kondisinya, sangat fatal jika. Pengguna harus ekstra hati-hati

KENDAL, Jowonews.com – Pengerjaan jalan sepanjang jalur alternatif Kaliwungu – Boja nampaknya tak memperhatikan kenyamananan pengguna jalan. Salah satunya dengan kondisi jalan amblas dan longsor dan menyisahkan satu jalur sempit, akibat proses pengerukan jalan.

Jalan amblas tersebut berada di Desa Darupono Kecamatan Kaliwungu Selatan ini rusak berat.  Pengguna harus ekstra hati-hati saat melintas dari kedua arah, baik dari arah utara ke selatan maupun sebaliknya.

Bacaan Lainnya

Perbaikan jalan yang amblas ini dilakukan dengan pengerukan yang nantinya akan dibuat penahan agar tidak longsor dan bergerak. Pekerjaaan jalan ini terkesan lamban sehingga membuat arus lau lintas di beberapa ruas jalan mengalami kemacetan tiap hari.

Jalan yang dikeruk menyisahkan satu jalur dengan lebar kurang dari tiga meter, sehingga kendaraan harus antri dan berjalan bergantian untuk melintasnya. Lambannya pekerjaan mulai dikeluhkan pengguna jalan yang setiap hari melintas jalur tersebut.

Sunarso,  seorang guru yang tinggal di Cepiring dan mengajar salah satu SMP di Kecamatan Boja harus bersabar saat melintas di perbaikan jalan tersebut. “Setiap hari saya laju mulai dari Cepiring sampai Boja. Biasa saya lakukan dari rumah jam 5 pagi sampai Boja jam 6 lebih dikit, namun dengan adanya perbaikan bisa mencapai 2,5 jam. Jadinya saya sering terlambat sampai di sekolah,” ujar Sunarso, Rabu (21/10).

Senada dikatakan Supriyanto (45) warga Brangsong yang bekerja di Ungaran. Hampir setiap hari melewati jalan tersebut. “Selain berdebu dan antri saat melalui jalan itu, saya harus ekstra hati-hati. Sebab, seringkali beberapa pengguna jalan mendapati laka karena kurang hati-hati,” tukasnya.

Sementara itu, diketahui pekerjaan di sepanjang jalan ruas ini sudah 3 hari terhenti. Padahal, mobil hanya bisa jalan satu-satu dan harus antri sehingga menghambat perjalanan. Warga berharap, baik pemerintah daerah maupun pelaksana pengerjaan agar segera menyelesaikan pekerjaannya, apalagi jelang musim hujan.

“Yang lepih parah lagi jika nanti sudah masuk di musim penghujan. Kondisi jalan menjadi licin dan sangat berbahaya jika pengguna jalan tidak hati-hati. Ya sangat berharap baik pelaksana tugas pengerjaan maupun dinas terkait agar bisa mempercepatnya,” timpalnya.

Tidak hanya pengerukan dan perbaikan jalan yang amblas, namun titik perbaikan lain di sepanjang jalur Kaliwungu-Boja terdapat di Desa Magelung dan Kertosari. Di dua titik ini sedang dilakukan pengecoran jalan. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *