Semarang Siap Tangani Bencana

  • Whatsapp
foto : www.semarang.bisnis.com

SEMARANG, Jowonews.com – Pemkot Semarang menyatakan kesiapannya dalam menangani bencana. Hal ini terlihat saat digelarnya Apel Bersama Penanggulangan Bencana 2015 yang digelar di lapangan Garnisun Kalisari, Rabu (21/10).

Apel ini diikuti sekitar 1.000 personil gabungan petugas dari Kodim 0733 BS, Lanal Semarang, Sat Brimob Polda Jateng, Polrestabes Semarang, Satpol PP, Dinas Kebakaran, Dishubkominfo, Kantor SAR Semarang, BPBD Kota Semarang serta BPBD Provinsi Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

Apel dipimpin oleh Plh. Sekda Kota Semarang, Eko Cahyono. Kegiatan ini mengambil tema “Pemerintah dan Masyarakat Kota Semarang Siap Menghadapi bencana Tahun 2015/2016”. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman potensi bencana di Kota Semarang.

“Penyelenggaraan apel penanggulangan bencana yang dilaksanakan setiap tahun diharapkan bukan sekedar seremonial, namun lebih sebagai wujud kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh komponen masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam di Kota Semarang,” ujar Eko Cahyono saat membacakan sambutan Pj Walikota Semarang.

Sebagai gambaran, dilanjutkannya, masa kekeringan di Kota Semarang diperkirakan sampai bulan Oktober ini bahkan sampai pertengahan bulan Nopember 2015 dengan suhu udara berkisar antara 35 sampai dengan 37 derajat Celsius. Hal ini, lanjutnya menimbulkan dampak kekeringan pada sumber air masyarakat, sumur-sumur air dan mengganggu pasokan air PDAM Kota Semarang.

“Sementara musim penghujan diperkirakan jatuh pada bulan Nopember 2015, dengan hujan ekstrim yang diperkirakan terjadi pada bulan Desember 2015 sampai dengan bulan Februari 2016,” lanjutnya.

Hal ini berdampak pada tanah longsor di wilayah selatan dan sebagian barat Kota Semarang serta banjir dan rob. Beberapa wilayah yang berbatasan dengan pantai utara Pulau Jawa seperti Kecamatan Tugu, Semarang Barat, Semarang Utara, Semarang Timur, Gayamsari dan Genuk.

“Pengalaman adalah guru terbaik. Peristiwa bencana alam seperti banjir bandang yang pernah terjadi di wilayah Kelurahan Wonosari, Mangkang Wetan dan Mangunharjo, serta musibah kebakaran Pasar Johar hendaknya bisa diambil hikmah dan pelajaran agar kesiapsiagaan terus ditingkatkan,” lanjutnya.

Oleh karenanya, Plh. Walikota berpesan untuk dapat memanfaatkan apel kali ini sebagai sarana kontrol dan evaluasi. Hal ini guna mengetahui sejauh mana kesiapan sarana prasarana, personil SDM maupun perlengkapan yang dibutuhkan dalam menghadapi datangnya musim penghujan serta potensi bencana yang mungkin ditimbulkan.

”Banyaknya peralatan maupun perlengkapan agar diimbangi dengan kerja keras, disiplin, bertanggung jawab, berdedikasi tinggi. Dan yang terpenting adalah selalu siap dan tanggap dalam melayani masyarakat, kalau perlu jika musim penghujan mulai terjadi, 24 jam kita harus siap,” tandasnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *