Kampanye Pemilu Sehat, Warga Pekalongan Minta Uang

  • Whatsapp

PEKALONGAN, Jowonews.com –Politik uang dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 9 Desember 2015 tampaknya sulit dihindari. Sebab, masyarakat ternyata masih menghendaki adanya pembagian uang dalam pilkada.

Tidak percaya?. Seperti yang terjadi di Kota Pekalongan, Kamis (22/10) kemarin. Disaat Panwaslu melakukan sosialisasi mendadak di Pasar Banjarsari Kota Pekalongan, para pedagang dan pembeli di pasar mengira ada acara kampanye.

Bacaan Lainnya

Secara spontan, mereka pun berhamburan mendekat. Yang mengejutkan, mereka langsung minta amplop/uang. “Amplopnya mana pak, ini dari pasangan nomor berapa?. Ini kok cuma stiker bukan duit,” ucap Mutmainah salah satu pedagang sembako.

Warga Kota Pekalongan mengakui mau menerima amplop dari calon, namun belum tentu mencoblos calon bersangkutan. “Kalau dikasih amplop, ya saya terima itu rejeki. Tapi mau coblos mana, itu hak saya,” imbuhnya.

Hal yang sama disampaikan, Saifuding pedagang batik. Dirinya juga akan terima amplop dari calon, namun belum tentu memilihnya. “Dapat amplop ya lumayan. Tapi saya belum tentu pilih yang ngasih,” serunya.

Fakta tersebut, juga diungkapkan hampir semua pedagang, tukang becak, buruh gendong, kuli angkut, tukang parkir dan masyarakat di sekitar Pasar Banjarsari.

Ketua Panwaslu Pekalongan Sugiarto membenarkan mendapati fakta tersebut. Pihaknya mengingatkan semua pihak (pasangan calon) untuk tidak melakukan politik busuk dalam kampanye. “Kami terus sosialisasikan, kepada semua pihak agar jangan melakukan praktek politik uang, kampanye hitam dan sejenisnya,” ucap Sugiarto saat ditemui di Pasar Banjarsari.

Jika terjebak dalam politik busuk, maka paslon akan rugi sendiri. Karena masyarakat, bahkan sampai level rendah sudah paham politik yang baik. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *