KPU Sosialisasi Pilkada ke Masyarakat Pinggiran

  • Whatsapp

BOYOLALI, Jowonews.com – KPU Boyolali terus menggelar sosialisasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke berbagai lapisan masyarakat. Kamis (22/10), sosialisasi diberikan kepada masyarakat yang selama ini kerap disebut sebagai masyarakat pinggiran. Seperti pengamen, pemulung dan pengemis. 

Sosialisasi berlangsung di Balai Desa Banyudono. Sosialiasi kepada mereka ini salah satunya untuk mencegah potensi mobilisasi suara kelas masyarakat yang kerap dijadikan komoditas politis tersebut. 

Bacaan Lainnya

Anggota KPU Boyolali, Pardiman, mengatakan masyarakat pinggiran atau marginal dengan stereotip pendidikan rendah, mereka perlu diberi pemahaman bahwa suara mereka setara dengan suara anggota masyarakat lain dalam Pilkada.

Dalam sosialisasi, mereka diberikan pendidikan demokrasi yang sehat. Sebab dengan tingkat dan pola pikir yang sering dipandang kurang berpendidikan, seringkali mereka menjadi objek pendulang suara saja dalam pemilu. 

“Mereka juga memiliki hak suara. Mereka perlu diberi pemahaman tentang hak pilihnya. Jangan sampai mereka apatis dalam Pilkada atau merasa dipinggirkan karena satu suara dari mereka sama dengan masyarakat lain,” kata Pardiman. 

Mereka perlu diberi pemahaman bahwa tetap bisa memilih, meski saat hari pencoblosan berada di luar domisili tempatnya terdaftar sebagai pemilih. Dengan peningkatan kesadaran tentang sistem pemilu dan demokrasi, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada. “Kita beri pengertian bahwa mereka bisa memilih di tempat lain, yakni dengan membawa formulir A5,” jelasnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *