Petani Ikan Air Tawar Manfaatkan Usus Ayam

  • Whatsapp

PANGKALPINANG, Jowonews.com – Petani ikan air tawar di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memanfaatkan usus ayam sebagai pakan ikan karena harga pelet tinggi.

“Harga pelet cukup tinggi dan cenderung naik, sedangkan harga usus ayam jauh lebih murah, selain itu saya juga memanfaatkan ikan ruca sebagai pakan untuk mendukung pertumbuhan ikan-ikan itu,” kata seorang petani ikan, Junai di Pangkalpinang, Jumat.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, harga pelet mencapai Rp280.000 per karung isi 50 kiloram dan itu hanya cukup untuk satu hari, sedangkan menggunakan usus ayam dalam sebulan hanya menghabiskan biaya sekitar Rp300.000 per bulan.

“Sekali-sekali saya juga memberikan ikan ruca sebagai pakan, harganya Rp2.500 per kilogram. Harga pelet itu kalau sudah naik tidak turun lagi, maka itu kami mencari cara alternatif lain untuk meringankan biaya pembesaran ikan air tawar,” katanya.

Menurut dia, kenaikan harga pelet seharusnya diikuti juga oleh kenaikan harga ikan air tawar sehingga petani yang mengembangkan usaha perikanan tersebut dapat terus bertahan.

“Jika hasil yang didapat tidak sebanding dengan biaya pengeluaran tentu banyak petani yang berhenti untuk mengembangkan usaha ikan itu, sehingga pasokan ikan sulit didapat,” katanya.

Demikian juga Danu, seorang petani ikan air tawar jenis lele yang mengeluhkan tingginya harga pakan sehingga biaya pembesaran ikan menjadi bertambah besar.

Menurut dia, jika hanya menggunakan pelet sebagai pakan dapat merugikan petani ikan maka itu kebanyakan petani mencampurkan pakan ikan air tawar antara pelet dan pakan tambahan lainnya.

“Petani dapat menggunakan usus ayam, ikan-ikan kecil atau remah roti dan lain sebagainya dengan begitu petani tetap bisa bertahan menjalankan usahanya,” ujarnya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *