Pemerintah Harus Jaga Kerukunan Beragama

  • Whatsapp

JAKARTA, Jowonews.com – Anggota Komisi VIII DR RI, Abdul Fikri Faqih mengkritisi gesekan antar umat beragama dalam satu tahun pemerintahan Jokowi-JK. Agama salah satu dari lima urusan yang tidak didesentralisasikan. Padahal banyak permasalahan agama yang terjadi di daerah.

Fikri menegaskan, harus ada kerjasama yang dituangkan dalam MOU antara pemerintah pusat dan daerah untuk urusan agama ini. Ia menyebutkan, harus ada satgas yang mumpu mengatasi problematika di daerah.

Bacaan Lainnya

“Tentunya satgas ini harus kuat dari segi kelembagaan, SDM maupun anggarannya,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Jowonews.com pada Minggu (25/10).

Menurutnya, jika hanya dikelola kerukunan antar umat beragama hanya dikelola di pusat, maka ketika ada gesekan di daerah tak bisa cepat diatasi karena harus menunggu dari pusat.

Menurut anggota DPR dari Dapil Jawa Tengah IX ini, problema urusan agama justru bermula dari pemerintah pusat sendiri, bukan dari masyarakat di daerah. Dalam satu tahun terakhir pemerintahan Jokowi – JK, publik dihebohkan beberapa isu agama seperti KTP tanpa identitas agama, gugatan doa awal masuk sekolah, isu LGBT, syiah bahkan bangkitnya komunisme.

Pemerintah harus merealisasikan slogan “Revolusi Mental” dengan menciptakan iklim kondusif dan membangun harmoni kehidupan umat beragama sebagai aset bangsa. Hal ini terbukti bisa mendorong semangat bangsa menghadapi himpitan ekonomi yang nyaris tak bisa diatasi.

Fikri menambahkan, tak berlebihan jika banyak yang menganggap kasus Aceh dan Tolikara terjadi lantaran terlihat pemerintah lemah dalam mengkonsolidasikan urusan agama. Fikri meminta pemerintah waspada, karena tak menutup kemungkinan pihak lain (asing) memanfaatkan situasi ini guna merusak NKRI.

“Agama ini kan di jaman kemerdekaan menjadi landasan semangat juang melawan penjajah. Bahkan dengan fakta resolusi jihad, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai hari santri. Artinya agama ini punya semangat membangun dan menjaga NKRI,” tuutpnya. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *