Kabel PLN Hambat Pekerjaan Jembatan Ploso Kudus

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com – Kabel jaringan PT PLN yang melintang di dekat Jembatan Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah memperlambat proses pemasangan rangka baja jembatan, karena alat berat tidak bisa bekerja maksimal sebelum ada upaya pembungkusan kabel jaringan.

Menurut Pelaksana proyek jembatan dari PT Naza Sentosa Jaya Joko Mulyono di Kudus, Senin, alat berat untuk pemasangan rangka baja memang sempat menyentuh kabel listrik PLN sehingga lebih aman jika ada upaya PLN untuk menjauhkannya dari dekat jembatan atau kabel tersebut dibungkus agar tidak mudah terjadi korseleting listrik.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, kata dia, ditindaklanjuti dengan surat permohonan bantuan terkait kabel jaringan kepada PT PLN Rayon Kudus Kota, mengingat pekerjaan jembatan ditarget selesai 27 November 2015.

Surat permohonan tersebut, lanjut dia, disampaikan kepada PLN Kudus pada Sabtu (24/10), namun hingga kini belum direalisasikan.

Ia berharap, permasalahan tersebut bisa segera dituntaskan karena pemasangan rangka baja jembatan ditarget harus selesai dua pekan sejak Minggu (25/10), sedangkan realisasi pembangunan jembatan baru mencapai 60 persen.

“Kalaupun harus menunggu sepekan, tentunya kami harus mencari kegiatan lain untuk menyelesaikan pengerjaan jembatan tersebut,” ujarnya.

Kepala Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kudus Samani Intakoris berharap, pekerjaan pembangunan jembatan bisa selesai sesuai jadwal, yakni 27 November 2015, sedangkan Desember 2015 mulai dioperasikan.

Terkait dengan kendala kabel listrik milik PLN, dia berharap, bisa dituntaskan secepatnya.

“Kasus serupa, memang sering terjadi ketika ada pembangunan jembatan. Mudah-mudahan hal demikian bisa secepatnya direspons karena pembangunan jembatan ini juga untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer PLN Rayon Kudus Kota Agus Suwarsono mengungkapkan, hingga kini belum menerima surat dari pelaksana proyek Jembatan Ploso.

Untuk itu, dia mengaku, belum bisa mengambil tindakan terkait persoalan tersebut.

Seharusnya, kata dia, surat permohonan tersebut bisa dilayangkan jauh sebelumnya sehingga tidak terkesan mendadak.

Pasalnya, kata dia, ada mekanisme yang harus dilalui sebelum menggeser atau mengisolasi kabel jaringan.

Proses tersebut, lanjut dia, membutuhkan waktu hingga sepekan.

Berdasarkan nilai kontrak kerja, pembangunan jembatan dimulai sejak 1 Juli hingga 27 November 2015 dengan nilai kontrak sebesar Rp5,98 miliar.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *