Petani Keluhkan Anjloknya Harga Tembakau

  • Whatsapp

TEMANGGUNG, Jowonews.com – Dampak krisis ekonomi global rupanya terus menghantui rakyat kecil, salah satunya adalah kaum petani tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Salah satu akibat yang cukup dirasakan petani tembakau adalah anjloknya harga hasil panen pada tahun ini.

Menurut Sugiyono (45), salah satu petani tembakau dari Dusun Medari, Desa Ngadirejo, Kecamatan/Kabupaten Temanggung, Senin (26/10) mengatakan bahwa harga hasil panen tahun ini sangat anjlok dan susah untuk menjualnya.

Bacaan Lainnya

Dikatakan Giyono, tidak sedikit petani yang menyetorkan tembakau ke gudang harus pulang kembali membawa kekecewaan, karena tembakaunya tidak laku. “Salah satu sebabnya adalah tembakau tidak masuk kriteria yang ditentukan dari pabrik,” katanya.

Sebagai informasi, untuk harga tembakau pada tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, harga tertinggi hanya mencapai Rp 85 ribu saja, padahal tahun sebelumnya harga tertinggi mencapai kisaran lebih dari Rp 100 ribu.

 “Selain itu, tahun ini juga ada pemungutan pajak Rp 10 ribu/keranjang, yang belum jelas uangnya masuk kemana, apakah ke pabrik atau ke pemerintah daerah, disisi lain, adanya pajak ini sangat memberatkan petani,” keluhnya.

Giyono pun berharap bahwa harga tembakau pada tahun 2016 mendatang menjaid lebih baik dan berpihak kepada para petani tembakau di Temanggung.

Untuk perbandingan, harga tembakau tipe D pada tahun 2013 Rp 70.000 per kilogram, kemudian pada tahun 2014 sempat naik menjadi Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *