Satpol PP Diduga Bekingi Perumahan Tak Berijin

  • Whatsapp
PKL di Salatiga ditertibkan Satpol PP
PKL di Salatiga ditertibkan Satpol PP

UNGARAN, Jowonews.com – Diduga Saptol PP Kabupaten Semarang membekingi sejumlah proyek pembangunan perumahan tak berizin. Sebab tidak ada aksi tegas yang dilakukan kendati proyek perumahan tersebut melanggar peraturan daerah (Perda). Salah satunya proyek pembangunan ratusan rumah di perumahan Mountain View di Jl Nusa Indah Ungaran, hingga saat ini proyek masih berjalan.   

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPPTSP)  Kabupaten Semarang, Valeanto Sukendro mengatakan pihaknya belum pernah mengeluarkan izin untuk Perumahan Mountain View. Sukendro juga mengatakan pihaknya sudah mengecek di lapangan dan diketahui lokasi perumahan tersebut berada di bibir sungai.

Bacaan Lainnya

“Sepadan sungai itu tidak boleh dilanggar, namun kami harus mengkaji lagi dengan DPU, apakah itu Kaligarang atau anak sungainya. Sehingga dapat diketahui batas sempadannya. Kami juga belum mengeluarkan izin untuk perumahan tersebut,” ujar Soekendro, Senin (26/10).

Soekendro mengatakan, pihaknya hanya institusi yang melayani perijinan. Jika ada proyek perumahan tak berijin menurut Soekendro hal itu menjadi ranah Satpol PP. “Kalau penegakan Perda itu ranah Satpol PP,” kata Soekendro.

Kepala Satpol (Kasatpol) PP Kabupaten Semarang M. Risun mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya kegiatan pembangunan di Mountain View. Pihaknya juga tidak menampik telah melakukan koordinasi, namun hal itu bukan aksi beking adanya pelanggaran perda. Risun mengatakan, pihaknya juga telah melayangkan surat teguran kepada pengembang agar menghentikan aktivitas pembangunan sebelum izin dikeluarkan.

“Kami tidak membekingi pelanggaran Perda. Tetapi koordinasi itu sifatnya dalam rangka memberikan teguran tertulis sebab itu sudah menjadi tugas dan kewenangan Satpol PP selaku aparat penegak perda,” tutur M. Risun.

Kendati telah diberi surat teguran agar proyek dihentikan. Namun pengembang perumahan tetap melakukan aktivitas pembangunan. Anehnya Risun tidak segera menghentikan namun justru meminta BPMPPTSP untuk segera memberikan kepastian tentang boleh tidaknya izin pengembangan perumahan di sana.

“Kami tidak bisa melakukan tindakan penutupan langsung karena aturannya harus peringatan dulu. Sebenarnya kami berharap BPMPPTSP segera mengeluarkan kepastian tentang boleh tidaknya izin untuk perumahan tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya pihak Mountain View, Dirham Sugihato mengatakan, rencananya komplek perumahan seluas sekitar 2 hektar tersebut akan dibangun 111 unit rumah. Dirham mengatakan pihaknya sudah mengajukan ijin dan berkoordinasi dengan Satpol PP.

“Kami sudah koordinasikan masalah ini dengan Satpol PP, dan perijinan kami memang belum ada tetapi masih dalam proses,” tutur Pelaksana proyek Perumahan Mountain View, Dirham Sugiarto.(JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *