60 Persen Sungai Tercemar Limbah

  • Whatsapp
Warga Demak mandi di sungai. (Foto : demak-ku.blogspot.com)
Warga Demak mandi di sungai. (Foto : demak-ku.blogspot.com)

SALATIGA, Jowonews.com – Enam puluh persen sungai di Kota Salatiga tercemar limbah rumah tangga. Tingginya pencemaran ini membuktikan kesadaran masyarakat akan lingkungan masih rendah.

Demikian diungkapkan Kepala Lingkungan Hidup ( LH) Prasetyo Ichtiyarto kepada wartawan, Selasa ( 27/10). Menurut dia, sebagain besar limbah itu justru berasal dari rumah tangga dan industri kecil.

Bacaan Lainnya

Dicontohkan dia, masyarakat begitu mudah membuang sampah rumah tangga ke dalam sungai, tanpa mengindahkan lingkungan. Demikian pula pelaku industri kecil rumahan, juga menyumbang tercemarnya sungai-sungai di Kota Salatiga.

Dikatakan dia, sejumlah upaya telah dilakukan oleh LH untuk memupuk kesadaran arti pentingnya menjaga lingkungan. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Kami sering mensosialisasikan tentang pentingnya menjaga lingkungan di tingkat kelurahan yang dihadiri oleh masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan dia, bila sungai dipenuhi sampah, dikhwatirkan bila musim hujan akan menyebabkan banjir.

Prasetyo menambahkan, secara berkala pihaknya sudah melakukan pembersihan terhadap sampah-sampah di sejumlah sungai, melalui aksi atau kegiatan bersama. Namun demikian, sampah tetap ada, karena masih banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai.

Sementara dari pengamatan di Sungai Kedung Kopyah, di bendungan sungai yang berlokasi di samping kantor Disdikpora itu dipenuhi sampah. Airnya juga sangat kotor hitam pekat.

Menurut Supriyadi (45) pegawai Bina Marga Kota Salatiga yang bertugas membersihkan sampah di aliran Kedung Kopyah mengatakan, saban pagi hari ia bertugas membersihkan sampah di Kedung Kopyah.

Namun siangnya, di bendungan tersebut kembali dipenuhi sampah diduga ‘ kiriman’ dari Pasar Raya Salatiga. “Kami setiap pagi membersihkan kali dan bendungan Kedung Kopyah, namun siangnya sekitar jam 11 sampah sudah banyak lagi, diduga dari pasar ( Pasar Raya),” katanya.

Supriyadi berharap, masyarakat sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Karena selain mengotori sungai bisa menyebabkan banjir saat musim hujan. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *