Ganjar Siap Perjuangkan Industri Batik

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku akan terus memperjuangkan keberadaan industri batik yang ada di sejumlah daerah agar tetap hidup dari isu pencemaran sungai.

“Saya ingin menghentikan isu bahwa pewarna batik itu pencemaran sebab kalau tidak, ini akan berpengaruh pada industri batik,” katanya di Semarang, Rabu.

Bacaan Lainnya

Menurut Ganjar, untuk mengatasi pencemaran sungai akibat limbah industri batik itu perlu ada dua solusi yang dipikirkan, yakni regulasi dan teknologi.

Terkait dengan regulasi, Ganjar mengungkapkan bahwa masih ada tumpang tindih aturan seperti Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air yang tidak sinkron dengan Peraturan Daerah Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012 tentang Baku Mutu Air Limbah.

“Ketidaksinkronan regulasi tersebut menyulitkan pengusaha dalam membuang limbah ke sungai sehingga perlu diubah dan disesuaikan dengan kemajuan teknologi,” ujarnya.

Pengembangan teknologi pengolahan limbah industri batik itu perlu didorong agar bisa digunakan oleh pengusaha batik dari skala kecil, menengah, hingga atas.

Ganjar menilai perlu ada solusi pengelolaan limbah bagi industri batik rumahan, salah satu contohnya dengan menampung terlebih dulu limbah yang dihasilkan baru kemudian diambil oleh petugas atau membuatkan pipa-pipa untuk mengalirkan limbah agar bisa diolah.

“Kalau para pelaku industri batik berada dalam satu kawasan itu sebenarnya lebih mudah untuk kita kelola, sekarang kita sosialisasikan agar menjadi percontohan,” katanya.

Yang perlu menjadi perhatian semua pihak saat ini, kata Ganjar, adalah bagaimana mengolah limbah industri batik yang baik dan upaya memunculkan inovasi pewarna alami. (JN03/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *