MPR: Sosialisasi Empat Pilar Sasar Kaum Muda

  • Whatsapp

JEPARA, Jowonews.com – Anggota MPR RI Daryatmo Mardiyanto mengungkapkan sosialisasi empat pilar kebangsaan bakal menyasar kaum muda guna membentengi mereka dari dampak globalisasi.

“Dampak globalisasi bisa memberikan efek negatif, terutama bisa membentuk karakter yang individual seperti halnya di dunia luar,” ujarnya saat membuka sosialisasi empat pilar kebangsaan di Pendopo Kecamatan Mayong, Jepara, Rabu.

Bacaan Lainnya

 “Kami juga akan bekerja sama dengan eksekutif dalam hal melakukan sosialisasi, penyempuranaan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional terkait pentingnya mata pelajaran Pancasila,” ujar anggota MPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Model sosialisasi empat pilar kebangsaan, kata dia, nantinya juga akan diperbaikai, terutama pembicara akan diambilkan dari kalangan masyarakat sendiri, sehingga bisa dijadikan tolok ukur pemahaman mereka terhadap pilar kebangsaan yang selama ini telah disosialisasikan.

Selain itu, kata dia, model sosialisasinya juga diupayakan mengajak peserta untuk lebih berperan aktif lewat dialog.

Nantinya, kata dia, akan ada program sertifikasi terhadap pemateri empat pilar kebangsaan sehingga pemahaman masyarakat benarp-benar riil.

Pada kesempatan tersebut, MPR juga berharap dibentuknya suatu lembaga yang bertugas mensosialisasi empat pilar kebangsaan seperti halnya Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (BP7).  

Ia juga berharap, kepala desa serta perangkat diharapkan menjadi juru bicara negara terkait pilar kebangsaan terhadap masyarakat. 

“Pasalnya, peserta sosialisasi empat pilar kebangsaan selama ini masih terbatas camat, kades, dan perangkat desa sehingga diharapkan mereka menjadi juru bicara bagi negara jika ada pertanyaan soal pilar kebangsaan,” ujarnya.

Keempat pilar kebangsaan tersebut, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Lewat sosialisasi pilar kebangsaan tersebut, dia berharap, bisa memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat, terutama rasa solidaritas, tolong-menolong serta gotong-royong di masyarakat bisa tetap terpelihara.

Dampak globalisasi, kata dia, memang cukup kuat, terutama dalam hal membentuk sikap masyarakat yang semakin individual dan tidak peduli dengan sesama.

Untuk mencegah dampak negatif dari pengaruh globalisasi di kalangan generasi muda, kata dia, tahun depan sosialisasi empat pilar kebangsaan juga akan menyasar kaum muda. (JN04/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *