Lahan Tol Sisakan Masalah, Empat WTP Masih Terganjal

  • Whatsapp

SALATIGA, Jowonews.com – Pembangunan jalan tol seksi III, Bawen-Salatiga sudah berlangsung. Saat ini pengerjaan proyek jalan bebas hambatan itu baru dilakukan di Kelurahan Kauman Kidul Kota Salatiga. Sedangkan pembebasan lahan sudah hampir selesai.

Namun demikian, masih ada 4 bidang warga terkena proyek ( WTP) yang masih belum selesai ganti ruginya. Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah ( P2T) Kota Salatiga Tri Priyo Nugroho menjelaskan, ke-4 bidang tanah yang belum diganti untung tersebut, bukan karena penolakan dari si pemilik, melainkan akibat terganjal secara administratif.

Bacaan Lainnya

Semua lahan itu berada di Kelurahan Tingkir.  “Bukan karena mereka menolak, lebih pada persoalan administratif, semisal ada tanah warisan, otomatis untuk membebaskan tanah itu harus persetujuan para ahli waris. Padahal ada ahli waris yang tinggal di luar kota. Kan butuh tanda tangannya. Itu sebagai salah satu contoh,” ujar Tri Priyo.

Dikatakan Priyo, sesuai ketentuan, pihaknya manargetkan akhir tahun 2015 ini, semua pembebasan lahan sudah harus kelar. Namun bila ada yang masih kurang, terpaksa dilakukan konsinyasi sembari menunggu urusan administrasi rampung.

Dikatakan dia, pada tahun 2016 mendatang, ditargetkan pembangunan jalan tol seksi III, Bawen-Salatiga sudah selesai.  Saat ditanya pintu tambahan ( exit tol) yang diusulkan Pemkot Salatiga di daerah Kauman Kidul, Priyo mengatakan, pemerintah pusat sudah menyetujuinya.

Namun demikian, Pemkot Salatiga harus membebaskan tanah yang akan digunakan untuk exit tol tersebut. “Jadi pemerintah setuju dengan adanya pintu tambahan. Namun Pemkot disuruh untuk membebaskan lahannya yang akan dipakai. Sedangkan pembangunan tetap dilakukan oleh pusat. Kita hanya pembebasan lahan saja,” jelasnya.

Dikatakan dia, saat ini Pemkot Salatiga tengah menunggu detail enginering disign ( DED) exit tol tersebut, dengan begitu dapat diketahui lahan mana yang harus dibebaskan dan dibutuhkan untuk exit tol.

“Kita masih menunggu gambar dulu, dari situ dapat kita ketahui lahan yang  harus kita bebaskan,” imbuhnya. Dikatakan Priyo, keberadaan exit tol tersebut memiliki arti strategis bagi Kota Salatiga, karena para pengguna jalan tol tidak hanya sekedar lewat saja, namun tetap bisa masuk ke Kota Salatiga melalui exit tol tersebut. Untuk Kota Salatiga pintu tol resmi yang sudah ada yaitu di daerah Tingkir. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *