Pemerintah Prioritaskan Perikanan Budidaya Daripada Tangkap

  • Whatsapp

JAKARTA, Jowonews.com – Pemerintah lebih memprioritaskan produksi perikanan budi daya dibandingkan dengan tangkap karena kebutuhan pangan untuk populasi saat ini lebih banyak menggunakan sumber pangan berbasis teknologi.

“Kalau 30 tahun lalu di dunia ini perikanan budi daya baru 20-30 persen sekarang sudah lebih dari 50 persen kita di budi daya,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara pembukaan Indonesia Aquaculture 2015 di Indonesian Convention & Exhibition (ICE), Tangerang Selatan, Kamis.

Bacaan Lainnya

Apalagi, Wapres juga mengingatkan bahwa di sejumlah negara telah ada meningkatkan teknologi mereka seperti teknologi budi daya salmon di Eropa dan tuna di Jepang.

Dengan demikian di Indonesia, ujar dia, maka seharusnya juga terus dikembangkan budi daya seperti nila dan kerapu serta begitu juga dengan komoditas nonperikanan lainnya seperti udang dan cumi.

Wapres berpendapat, peningkatan budi daya perikanan juga dapat menambah pendapatan harian masyarakat apalagi kalangan komunitas yang miskin antara lain banyak terdapat di nelayan tradisional.

Apalagi, lanjutnya, perikanan budi daya juga lebih mudah untuk mendapat pinjaman dari pihak perbankan karena dinilai lebih memiliki agunan dibandingkan perikanan tangkap.

Menurut Wapres, perikanan budi daya juga dinilai lebih beragam dalam hal jender dibandingkan dengan perikanan tangkap yang lebih didominasi nelayan laki-laki.

“Karena itu sangat bagus untuk kesetaraan jender.. Namun yang paling penting menjaga lingkungan,” katanya.

Untuk itu, Jusuf Kalla juga mengingatkan agar institusi terkait seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat meningkatkan keahlian dan teknologi untuk budi daya perikanan.

Sebelumnya, KKP mendorong pembangunan perikanan budi daya berbasis lingkungan atau ekosistem, kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto.

“Upaya ini merupakan bagian dari upaya menuju perikanan budi daya yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan,” kata Slamet Soebjakto.

Menurut Slamet, dengan memperhatikan lingkungan atau ekosistem, perikanan budi daya akan menjadi tumpuan dalam pengembangan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut, lanjutnya, juga sekaligus memperhatikan dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, agar tetap lestari dan berkelanjutan.

“Untuk mendukung keberlanjutan usaha perikanan budi daya, perlu upaya penerapan pendekatan terhadap lingkungan dalam pengembangan perikanan budi daya atau disebut dengan Ecosystem Approach for Aquaculture (EAA),” katanya.

Ia juga mengemukakan, pihaknya telah melakukan hal itu dengan wujud nyata menggandeng World Wide Foundation (WWF) untuk bersama-sama mengelola perikanan budi daya yang berkelanjutan, bertanggung jawab dan berdasarkan ekosistem di Indonesia.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *