Pendidikan Bahasa Jepang, Peserta “Nihongo Partners” Mengajar Di Jakarta-Jateng

  • Whatsapp

JAKARTA, Jowonews.com – Sebanyak 39 peserta program “Nihongo Partners” dari Jepang akan membantu pendidikan bahasa Jepang di sekolah-sekolah menengah yang ada di DKI Jakarta dan Jawa Tengah pada Oktober 2015–Maret 2016.

Kegiatan yang diidanai dan difasilitasi oleh pemerintah Jepang, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecakapan para guru dan siswa Indonesia untuk berbahasa Jepang pasif maupun aktif.

Bacaan Lainnya

“Meskipun banyak SMA di Indonesia sudah memasukkan bahasa Jepang sebagai salah satu mata pelajaran bahasa asing, tetapi mereka tidak begitu tahu cara-cara pengajaran yang tepat. Jadi kalian semua tolong membantu para guru dan murid untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepang mereka,” ujar Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kozo Honsei saat menyambut para peserta di Jakarta, Kamis.

Meskipun terdapat perbedaan sistem pendidikan antara Jepang dan Indonesia, Honsei meminta para peserta yang didominasi kalangan muda itu, untuk bisa cepat beradaptasi dan menemukan strategi terbaik untuk menyalurkan ilmu mereka kepada siswa-siswa Indonesia.

Ia juga berharap kontribusi mereka sebagai “Nihongo Partners” atau rekan berbahasa Jepang, bisa menjembatani hubungan yang lebih erat antara Indonesia dan Jepang terutama dalam bidang budaya.

Salah satu peserta, Atsuko Tsutsumi, mengaku senang bisa mengajar di Indonesia yang penduduknya memiliki minat tinggi untuk belajar bahasa Jepang.

“Jumlah orang yang belajar bahasa Jepang di sekolah menengah di Indonesia merupakan nomor satu terbanyak dunia yaitu 870 ribu orang. Jadi saya sangat berterimakasih mendapat kesempatan berbagi ilmu dengan mereka,” ujarnya.

Meskipun begitu, ia menyoroti tantangan yang mungkin dihadapi para peserta “Nihongo Partners” yakni kesenjangan pendidikan antarsekolah di berbagai daerah.

Dia mengatakan, di kota-kota besar dimana terdapat banyak warga asli Jepang atau penutur bahasa Jepang, para siswa akan lebih cepat belajar dan memperlancar kemampuan bahasa Jepang mereka. Namun di kota-kota kecil atau daerah yang tidak banyak ditinggali warga Jepang, para siswa cenderung sulit mempraktikkan bahasa Jepang mereka.

“Kami yang akan membantu siswa-siswa di daerah untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepang mereka,” kata Tsutsumi.

Proyek “Nihongo Partners” merupakan program pengiriman sebanyak 3.000 orang mahasiswa dan senior dari Jepang ke sekolah-sekolah menengah di tiap negara ASEAN sampai tahun 2020.

Sebelumnya, sebanyak 85 pengajar dari Jepang telah dikirimkan ke Indonesia sejak 2014. Direncanakan sebanyak 1.500 peserta “Nihongo Partners” akan dikirim ke Indonesia sampai 2020.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *