Rebutan Nasi Kepel Mbah Barong, Anak dan Perempuan Terjepit

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com – Sejumlah anak dan perempuan terjepit saat rebutan nasi kepel acara Pesta Rakyat Barongan dan Karnaval Budaya yang digelar dalam rangka Haul Mbah Barong yang digelar kemarin sore. Untung saja, petugas keamanan bergerak cepat sehingga tidak jatuh korban dalam insiden itu.

Awalnya, pawai dan karnaval budaya ini berjalan tertib. Masing-masing perwakilan RW yang ada di Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kudus ini menampilkan atraksi masing-masing. Ada yang berupa tari kretek, atraksi barongan, pencak silat, terbang papat, barongsay dan lain sebagainya. Tepuk tangan dan applaus dari ribuan warga yang menyaksikan karnaval budaya terus menggema tiap kali para penampil rampung menunjukkan atraksinya.

Bacaan Lainnya

Namun saat panitia, mengumumkan ada nasi kepel yang akan dibagikan usai pembacaan, tiba-tiba penonton langsung merangsek ke panggung kehormatan yang diisi Kepala Desa Barongan Bambang Juniatmoko, Kepala Disbudpar Kudus Sunardi, Kabid Pariwisata Sancaka Dwi Supani, Camat Kota Kholid Seif dan lain sebagainya.

Tanpa dikomando, warga langsung berebut gunungan yang berisi nasi kepel. Nasi kepel ini berisi daging serta lauk lain dan dibungkus daun jati itu memang diyakini membawa berkah.

Kontan saja, situasi tak terkendali hingga beberapa anak yang ikut berebut menangis karena terjepit badan orang dewasa. Petugas kepolisian dibantu hansip langsung mengangkat dan mengevakuasi sejumlah anak yang terjepit dan mengevakuasi ke tempat aman.

“Saya hanya ikut-ikutan yang dewasa. Saat mereka maju dan berebut saya malah tidak bisa keluar,” kata salah seorang anak, Budi, 8, kemarin.

Kepala Desa Barongan Bambang Juniatmoko mengatakan meski sempat diwarnai insiden kecil, namun tak mengurangi makna pesta rakyat dan karnaval budaya yang digelar untuk menghormati sesepuh Desa Barongan yakni Mbah Barong.

Selain untuk nguri-nguri budaya, kegiatan ini juga bermanfaat untuk mempererat hubungan antarwarga Desa Barongan.

“Kalau warga guyub, rukun dan mau gotong royong maka pembangunan yang dilakukan pemerintah desa bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Kepala Disbudpar Kudus Sunardi mengatakan pihaknya berkomitmen mengangkat berbagai potensi seni budaya yang hidup dan berkembang di masyarakat. Langkah itu juga bagian dari upaya menggenjot sektor ekonomi di Kota Kretek.

“Event seperti ini akan terus kita dorong. Jika potensi itu terangkat maka ujung-ujungnya juga menggerakkan perekonomian masyarakat,” tandasnya. (JN04/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *