Dipukul Teman, Siswi SD Tewas

  • Whatsapp

KENDAL, Jowonews.com – Kasus penganiayaan siswa dilingkungan sekolah kembali terjadi, kali ini nyawa MA,12, siswi kelas VI SD negeridi Kaliwungu harus melayang lantaran dipukul temannya sendiri berinial UL yang tak lain adalah teman sekelas korban, Senin (26/10).

Pasca dipukul, MA yang merupakan putri bungsu dari pasangan Nasikhin dan Umi Kalsum ini langsung tidak sadarkan diri dan dipulangkan ke rumah orang tuanya Desa Sarirejo, Kampung Karangsari, Kaliwungu.

Bacaan Lainnya

Setelahnya MA mengeluh pusing dan suhu tubuhnya naik hingga dilarikan ke RSUD dr Soewondo Rabu (28/10) malam, hingga akhirnya korban meninggal dunia pada Kamis (29/10) siang.

Nasikin orangtua MA, terlihat tegar ketika sejumlah awak media mendatangi rumah sederhananya. Dengan menitihkan air mata, Nasikin menjelaskan kronologi kejadian yang merenggut putri kesayangannya yang dipukul temannya.

Saat itu lanjutnya, UL menyobek buku milik MA. MA yang tidak terima lantas menjerit dan meminta pertanggungjawaban UL, UL yang tidak terima langsung melayangkan pukulan ke tengkuk MA. “Setelah dipukul MA pulang, dirumah tidak sadarkan diri dan tidak masuk sekolah selama dua hari kerena mengaku pusing,” katanya kemarin.

Saat dirumah, MA pun menceritakan jika ia telah dipukul teman satu kelasnya. Walaupun begitu, Nasikin menganggap hal tersebut adalah hal yang biasa dan tidak mencurigakan kerena tidak ada bekas luka ditubuh MA.

“Tau-tau anak saya panas pada Selasa (28/10) pagi hingga tidak sekolah selama dua hari, tabu malamnya ia mengaku pusing. Saya pun melarikannya kerumah sakit,” terangnya.

Sesampainya dirumah sakit, dirinya terkejut lantaran dari hasil rongent diketahui saraf kepala bagian belakang rusak dan ada tulang leher yang bergeser. “ Saat itu kata dokter kondisinya sudah kritis, hingga akhirnya meninggal pagi tadi,” sesalnya.

Walaupun nyawa putri kesayangannya melayang, Nasihin enggan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan memilih menyelesaikan kasus yang menimpa MA diselesaikan secara kekeluargaan. “ Saya sudha ikhlas mas, jadi tidak lapor polisi. Biar diselesaikan secara baik-baik saja,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolsek Kaliwungu AKP Setya Adi Nugraha, yang dikonfirmasi melalui telpon membenarkan jika ada peristiwa pemukulan anak hingga merenggut nyawa yang dilakukan oleh temannya sendiri. “Memang ada, kami sudah mendapatkan laporan dilapangan,” tuturnya.

Kronologis pemukulan terjadi saat UL menyobek LKS milik korban. Korban kemudian mengejek pelaku dan marah hingga memukul punggung bagian atas korban. Usai dipukul pelaku yang berinisialUL ini, korban masih sempat jajan di kantin dan pulang ke rumah hingga akhirnya meninggal dirumah sakit. “ Polisi sudah melakukan identifikasi korban namun karena tidak ada laporan ke polisi dan pihak keluarga tidak menuntut secara hukum, polisi tidak melakukan pemeriksaan,” jelasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *