Dua Desa di Boyolali Kekurangan Pangan

  • Whatsapp

BOYOLALI, Jowonews.com –Tragis!!!…Masyarakat Jateng sekarang ini ternyata masih ada yang kekurangan pangan. Kondisi itu dialami masyarakat dua desa di Kecamatan Karenggede, Boyolali.

Krisis pangan itu terjadi akibat gagal panen dalam musim kemarau tahun ini. Untuk mencukupi makan warga, dua desa itu telah mengajukan bantuan pangan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali. 

Bacaan Lainnya

Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Boyolali, Sugita, mengungkapkan dua desa yang mengalami gagal panen dan berdampak krisis pangan itu yakni Desa Klumpit dan Pinggir. Tanaman padi seluas sekitar 16 hektar mengalami gagal panen akibat kemarau panjang tahun ini. 

Sugita mengatakan, dua desa itu masuk sebagai desa rawan pangan di Boyolali. “Ketika terjadi gagal panen, warga kesulitan pangan,” kata Sugita kepada wartawan Kamis (29/10). 

Luas tanaman padi di Desa Klumpit yang mengalami gagal panen seluas 10 hektar yang terrsebar di 27 dukuh. Nilai kerugian mencapai sekitar Rp 138,2 juta. Sedangkan di Desa Pinggir seluas 6 hektar di 30 dukuh dengan nilai kerugian sekitar Rp 82,920 juta. Total jumlah kerugian akibat gagal panen di dua desa sebesar Rp 221,120 juta. 

Menurut dia, dua desa itu sudah mengajukan bantuan pangan pada awal Oktober 2015 lalu. “Bantuan pangan sudah kami berikan kepada warga disana,” kata dia. 

Pemberian bantuan harus mendapat persetujuan Bupati dan diketahui camat serta Kantor Ketahanan Pangan. Bantuan berupa gabah kering giling sebanyak 1,7 ton untuk 57 KK (kepala keluarga) di dua desa tersebut. “Perincianya Desa Klumpit sebanyak 8 kwintal dan Desa Pinggir 9 kwintal,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pembagian pangan kepada desa rawan pangan mengacu pada rumus yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Bantuan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan warga selama 15 hari. 

Hingga saat ini baru dua desa tersebut yang mengajukan bantuan pangan ke kantor Ketahanan Pangan. Lebih lanjut Sugita mengatakan, ketersediaan pangan beras di Boyolali sampai Agustus 2015 sebanyak 129.412 ton. Pemkab Boyolali juga memiliki cadangan pangan sebanyak 3.402 ton yang disimpan di gudang pangan Teras. “Stok beras di Boyolali sampai sekarang masih aman,”tukasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *