KPA Berikan Keterampilan Pada PK dan PSK Gambilangu

  • Whatsapp

KENDAL, Jowonews.com —Upaya Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kendal untuk memutus mata rantai penularan penyakit kelamin dan HIV AIDS melalui seks bebas terus dilakukan. Yakni dengan pemberian bekal keterampilan kepada para pekerja seks komersil (PSK) maupun pemandu karaoke (PK) di lokalisasi gambilangu.

Sedikitnya, 25 yang terdiri dari PSK, PK yang tergabung dalam Peer Aducator (pendidik sebaya) di Gambilangu, Kecamatan Kaliwungu diberikan bekal keterampilan membuat tas dan souvenir.  Yakni dengan cara memanfaatkan sampah limbah kantong plastik kemasan.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Monitor dan Evaluasi KPA Kendal, Mufdi Yukanto mengatakan jumlah penderita HIV AIDS di Kendal hingga September lalu yang terdekteksi mencapai 507 kasus. Rinciannya, penderita HIV ada 318 orang dan AIDS ada 189 orang.

Jumlah tersebut menurutnya meningkat drastis dari data terakhir pada Februari lalu yang hanya sebanyak 454 kasus. Terdiri dari 296 orang pengidap HIV dan 158 pengidap AIDS. “Dengan upaya pemberian keterampilan ini, diharapkan bisa memutus mata rantai penularan infeksi menular seksual (IMS) maupun penyeberan HIV AIDS,” katanya.

 Dikatakannya, jika kasus penyebaran HIV/AIDS di Kendal tertinggi adalah penularan melalui hubungan seks bebas. Yakni rata-rata penderita HIV/AIDS adalah  mereka yang suka melalukan transksi jual beli jasa seks alias bergonta-ganti pasangan.

 “Makanya KPA melakukan upaya pencegahan dengan memberikan pelatihan kemandirian usaha. Melalui keterampilan membuat tas souvenir dari bahan bekas, menjahit, kecantikan salon, tata boga dan sebagainya. tujuannya untuk memutus mata rantai penularan HIV/AIDS melalui seks bebas,” tandasnya.

Selain pemberian keterampilan kemandirian, juga diberikan pendidikan pencegahan penularan HIV AIDS. Yakni dengan cara puasa bagi yang belum memiliki pasangan, setia pada pasangan, pemakaian kondom jika terpaksa melakukan hubungan seks bebas. “Selain itu sosialisasi edukasi yang kami berikan ke seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, pekerja, karyawan dan PNS, pada orang tua,” tandasnya.  

Ketua Peer Educator komplek lokalisasi gambilangu, Argie Kurniawati mengatakan selain pemberian keterampilan kemandirian usaha kepada para anak asuh yakni PSK dan PK, pihaknya juga rutin memberikan penyuluhan berupa screening atau  pemeriksaan alat vital reproduksi. Tujuannya untuk mengetahui adanya terjangkiti IMS atau tidak.

Selain itu tes VCT untuk mengetahui ada tidaknya anak asuh yang terjangkiti virus HIV/AIDS.  “Upaya pencegahan adakan program pemakaian wajib kondom. Yakni kami menyetok kondom dan kami awasi pemakaiannya setiap minggu,” tandasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *