Ulama dan Tokoh Masyarakat Sanjung Mirna

  • Whatsapp

KENDAL, Jowonews.com—Revolusi akhlak yang menjadi salah satu komitmen calon Bupati Kendal Mirna Annisa untuk membangun Kendal mendapatkan sanjungan dari sejumlah tokoh di Kendal. Komitmen tersebut dinilai sejalan dengan jargon Kendal sebagai Kabupaten Beribadat.

Sanjungan tersebut mengalir dari para tokoh agama, tokoh masyarakat dan politisi di Kendal. Para tokoh agama baik dari barisan ulama dan kyai, pengasuh pondok pesantren serta tokoh-tokoh masyarakat menyatakan kesiapannya menjadi relawan untuk memenangkan cabup nomor urut dua itu.

Bacaan Lainnya

Salah satu dukungan mengalir dari Ketua Forum Komunikasi Ulama Kendal (FKUK), KH Ahmad Rosyidi Mustofa. Ia mengatakan jika Kendal membutuhkan sosok pemimpin baru  yang amanah. Yakni tidak sekedar cerdas dan inovatif, tapi juga bisa memberikan tauladan baik kepada para masyarakatnya.

“Kami selaku FKUK menginginkan dan mendukung adanya bupati baru untuk memimpin Kendal. Yakni pemimpin yang tidak hanya mengurusi urusan politik saja, tapi juga membenahi akhlak,” ujarnya, Juma (30/10).

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mustofa itu, jargon Kendal Hebat dinilainya tidak sesuai untuk masyarakat Kendal. Sebab terbukti selama lima tahun terakhir, Kendal tidak ada perkembangan yang signifikan.

Bahkan justru yang terjadi, di Kendal ini mengalami banyak kemrosotan yang luar biasa. Terutama masalah akhlak, hal itu jelas tidak sesuai jargon Kendal yang dikenal dengan Kota Beribadat. “Kendal bisa hebat itu kalau pemimpinnya memiliki akhlak, sehingga harus cukup Kendal Beribadat tidak usah diganti-ganti,” jelasnya.

Hal senada dikatkaan Abdul Mujib, tokoh masyarkat asal Boja. Ia mengatakan jika masyarakat Kendal saat ini sangat tinggi antusiasnya akan semangat perubahan. Hal itu dilatarbelakangi  warga yang sudah bosan kepimpinan Kendal lima tahun ini.

Terutama persoalan infrastruktur jalan dan pembangunan yang terkesan daerah kendal atas dipinggirkan. “Pembangunan tidak merata, sehingga sudah semetinya berganti dengan pemimpin yang baru,” akunya.

Apalagi dengan visi revolusi ahlak yang diusung oleh Mirna untuk perubahan para pemimpin dan birokrasi. Sebab terkesan selama ini pemimpinan kendal tidak ada transparansi anggaran sehingga rawan penyelewengan atau korupsi. “Ini harus dibersihkan sehingga masyarkaat bisa menikmati pembangunan,” tambahnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *