Warga Tuntut Karaoke Neta Café Ditutup

  • Whatsapp

DEMAK, Jowonews.com –Sejumlah perwakilan warga menuntut penutupan karaoke Neta Café di Jalan Pemuda, Gang Kelinci Nomor 1 A, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak Kota. Pasalnya, keberadaan karaoke illegal tersebut dinilai telah meresahkan lingkungan sekitar.

Bahkan, karaoke tersebut bersebelahan langsung dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Fadhoilusy Syukriyyah, Jl.Semboja (komplek Bong), Kota Demak.

Bacaan Lainnya

Beberapa tokoh masyarakat dan warga tersebut melayangkan surat keberatan atas keberadaan karaoke milik Sam Pujiono tersebut. Mereka juga menyampaikan sikapnya menolak karaoke itu melalui forum  audiensi dengan Bupati HM Dachirin Said di Pendopo Kabupaten, Jumat (30/10). 

Sejumlah tokoh yang menolak karaoke itu diantaranya Pengasuh Ponpes Fadhoilusy Syukriyyah, Hj Istiqomah, Ketua Takmir Masjid Taqwa, dr H Masyhudi, MKes, Ketua Ikatan Remaja Masjid Taqwa Mujiburrahman, Ketua RT 4 RW 7, Abdul Kafi, Ketua RT 7 RW 6 Salimun, Ketua RT 8 RW 6 Dartono, Ketua RT 9 RW 7 Ahmad Susanto, Ketua RT 5 RW 6 HR Soendjojo, Ketua RT 6 RW 6 Riyanto dan Ketua RT 5 RW 8 Suprayitno.

Sebelumnya, mereka juga telah merapatkan bersama untuk menolak karaoke yang berada didepan Kantor Dinas  Wakil Bupati tersebut.

Dalam surat tertulis yang ditandatangani para tokoh masyarakat dan warga sekitar itu disampaikan, bahwa warga pada intinya mendesak Pemkab Demak untuk menutup dan menghentikan karaoke itu.

Tuntutan itu didasarkan atas fakta bahwa lokasi karaoke berdampingan langsung dengan Ponpes Syukriyyah, Masjis Taqwa dan lingkungan padat penduduk. Ponpes maupun masjid itu sudah ada lebih dulu daripada karaoke.

Tempat karaoke itu juga dinilai illegal serta kegiatan menyanyi dengan pemandu karaoke (PK) juga berlangsung hingga larut malam sehingga menganggu ketertiban umum. Selain itu, masyarakat menganggap bahwa aktivitas karaoke identik dengan bisnis transaksi seks terselubung, bisnis minuman keras (miras) dan narkoba.

Bupati Demak HM Dachirin Said  mengatakan, pemkab akan segera menutup karaoke yang dipersoalkan warga tersebut. “Kan sudah jelas. Karaoke itu illegal. Kita juga lihat dari aspek agama,”katanya.

Pemkab juga masih menunggu terbitnya perda karaoke supaya karaoke dapat ditutup semua. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *