Empat Perusahaan Diduga Cemari Sungai Jatijajar

  • Whatsapp
Sungai Jebol. (Dok.jowonews)
Sungai Jebol. (Dok.jowonews)

UNGARAN, Jowonews.com- Warga Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang memprotes empat perusahaan yang diduga mencemari sungai Jatijajar. Akibatnya sungai tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk mencuci dan pertanian. Sebab airnya keruh dan berbau serta gatal jika terkena kulit.

“Pencemaran sungai ini terjadi mulai sekitar satu tahun. Airnya menghitam terkadang putih berbuih,” tutur Nurkholis, 45, warga Desa Jatijajar RT 2 RW 5, Kecamatan Bergas, Minggu (1/11).

Bacaan Lainnya

Menurut warga Jatijajar lainnya, Samsul Anwar, 36, biasanya air sungai bersih sehingga kerap dimanfaatkan warga untuk cuci karpet saat jelang ramadan dan cuci jerohan hewan kurban. Selain itu air di aliran sugai Jatijajar juga dialirkan ke persawahan. Namun saat ini tidak bisa dimanfaatkan karena airnya tercemar limbah pabrik.

“Petani akan gatal gatal jika terkena air tersebut. Kalo nyuci tidak bisa disungai lagi. Bahkan beberapa hari lalu ikan-ikan pada klenger lalu mati. Kami sudah laporkan ke OPSI (organisasi pelestari sungai indonesia), untuk mengawasi dan melakukan langkah agar sungai ini bersih kembali,” imbuhnya.

Sementara itu Humas OPSI Kabupaten Semarang, Amin mengatakan, pihaknya sudah melakukan monitoring di sungai Jatijajar, ternyata dari penampakan fisik dan bau air kuat dugaan tercemar limbah. Diduga kuat pencemaran terjadi dari sejumlah pabrik di sekitar sungai. Ada empat perusahaan yang outlet pembuangannya ke sungai tersebut. Pihaknya juga telah melaporkan masalah ini ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan telah dilakukan mediasi dengan perusahaan yang diduga membuang limbah sebelum melalui proses pengolahan.

“Dari pantauan di lapangan ada 4 pabrik yang outletnya di sungai tersebut yakni Taruna Puri Nusa, Cimori, Coca Cola, Royal Fashion. Tetapi saat audiensi dan pantauan lapangan bersama, hanya satu pabrik yang tidak punya itikad baik karena tidak mau datang yakni pabrik tisu TPN. Kami juga melihat CMR membuang kotoran ternak langsung ke sungai,” kata Amin.

Anggota OPSI lainnya, Suwardi menegaskan Pemerintah Kabupaten Semarang diminta segera melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan yang merusak lingkungan. Jangan sampai terjadi seperti kasus pencemaran limbah beberapa waktu lalu di sungai Klampok.

“Sehingga kedepan tidak ada pencemaran sungai oleh pabrik. Kami minta pemerintah serius untuk menangani pencemaran di sungai Jatijajar,” kata Suwardi. (JN01/JN03)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *